Rektor UHO, Prof. Armid dalam kegiatan Dies Natalies UHO ke-44. Foto: istimewa.
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Universitas Haluoleo (UHO) Kendari merayakan Dies Natalis ke-44, dengan semangat refleksi dan evaluasi demi memperkuat peranannya sebagai perguruan tinggi unggulan dan berdaya saing global. Dalam sambutannya, Rektor UHO, Prof. Armid, menyampaikan, perjalanan lebih dari empat dekade ini tidak lepas dari kontribusi para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, masyarakat, serta dukungan pemerintah pusat maupun daerah.
“Dies Natalis kali ini menjadi momentum untuk meninjau keberhasilan, mengevaluasi kendala, dan mencari solusi agar kelemahan segera diperbaiki. Tujuannya, UHO semakin maju dalam pembangunan fisik dan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya, Selasa (19/08/2025).
Ia menuturkan, UHO saat ini memiliki 114 program studi yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan. Tiga program doktoral diantaranya telah meraih status akreditasi membanggakan yakni Ilmu Pertanian akreditasi Unggul, Ilmu Manajemen akreditasi A, dan Ilmu Ekonomi yakni Baik Sekali. Selain itu, terdapat 24 program magister, empat program profesi yakniDokter, Apoteker, PPG, dan Ners, 70 program sarjana, serta lima program diploma.
Dari sisi akreditasi, 33 prodi atau 28,95% telah berstatus Unggul, 6 prodi atau 5,26% meraih akreditasi A, dan 35 prodi atau 30,7% Baik Sekali. Sisanya, 27 prodi atau 23,68% terakreditasi B dan 13 prodi atau 11,4% berstatus Baik.
Tidak sampai di situ, sejumlah program studi UHO telah menembus pengakuan internasional. Prodi Manajemen dan Akuntansi FEB mengantongi Akreditasi IBA Jerman, sementara Prodi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, dan Pendidikan Profesi Apoteker mendapatkan akreditasi internasional LAM-PTKes.
Adapula Prodi Pendidikan Biologi dan Matematika FKIP berhasil meraih akreditasi internasional ASIIN Jerman. Beberapa prodi lain seperti Budidaya Perairan, Ilmu Kelautan, Agribisnis, Agroteknologi, dan Ilmu Peternakan tengah dalam proses akreditasi internasional.
“Dengan pengakuan internasional dari IBA, LAM-PTKes, dan ASIIN, reputasi UHO semakin meningkat. Hal ini membuka ruang kerjasama, penelitian, serta pengakuan global bagi mahasiswa dan dosen,” tutur Prof. Armid.
Di samping itu, dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), UHO terus memperkuat kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha, industri, dan riset.
Sistem pembelajaran daring melalui Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) juga terus dikembangkan sebagai bagian dari metode blended learning, yang dapat diakses melalui laman e-green.
Ke depan, UHO menargetkan peningkatan mutu layanan akademik secara menyeluruh, mulai dari proses belajar hingga kelulusan mahasiswa. Sarana dan prasarana juga terus diperkuat untuk mendukung riset, pembelajaran, dan pengabdian masyarakat.
“UHO akan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas, menghasilkan riset bermanfaat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” pungkas Prof. Armid. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.