UHO dan Delegasi La Rochelle saling bertukar cenderamata. Foto: Septiana Syam/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) menerima kunjungan delegasi Kota La Rochelle, Prancis, di ruang rapat senat UHO lantai 4, Jumat (19/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kerja sama yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Kota Kendari sekaligus menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas dengan UHO.
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UHO, Prof. Takdir Saili, mengatakan kunjungan delegasi Prancis kali ini merupakan bagian dari evaluasi sejumlah program yang didanai pihak La Rochelle dan telah berjalan bersama Pemerintah Kota Kendari. Menurutnya, pihak delegasi ingin mengetahui sejauh mana kontribusi akademisi dan peneliti UHO dalam berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini.
“Kerja sama mereka dengan Kota Kendari sudah berlangsung cukup lama. Hari ini mereka juga ingin berdiskusi dengan akademisi kampus untuk mendalami pelaksanaan program-program yang telah berjalan serta melihat peluang kerja sama yang bisa dikembangkan ke depan,” ujar Prof. Takdir.
Ia menjelaskan, kunjungan utama delegasi sebelumnya telah dilakukan ke Pemerintah Kota Kendari. Namun karena sejumlah program turut melibatkan peneliti UHO, maka pihak La Rochelle juga melakukan dialog langsung dengan civitas akademika.
Dalam diskusi tersebut, berbagai fakultas di UHO turut menyampaikan gagasan kerja sama, mulai dari Fakultas Hukum, Farmasi, Pertanian, FKIP, hingga Fakultas Ilmu Budaya. Selama ini, kolaborasi yang paling aktif berjalan berada di bidang perikanan dan kelautan.
Prof. Takdir menambahkan, kerja sama antara UHO dan Universitas La Rochelle sebenarnya telah berlangsung lama. Kesepakatan kerja sama yang dimulai pada 2018 diperpanjang pada 2023 dan akan berlaku hingga 2028.
“Harapannya berbagai masukan yang disampaikan hari ini mendapat respons positif dari pihak mereka sehingga dapat ditindaklanjuti menjadi program kerja sama yang lebih konkret ke depan,” katanya.
Sementara itu, Penasihat Wali Kota La Rochelle Bidang Hubungan Internasional, Oxana Clech, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UHO kepada delegasi Prancis. Ia menjelaskan bahwa hubungan antara Kota La Rochelle dan UHO memiliki sejarah panjang yang berakar dari perhatian besar La Rochelle terhadap Indonesia sejak puluhan tahun lalu.
“Sekitar 30 tahun yang lalu, wali kota kami telah memiliki keyakinan bahwa Indonesia akan menjadi negara besar dan memiliki peran penting di Asia Tenggara. Karena itu, pengajaran bahasa Indonesia di Universitas La Rochelle terus dikembangkan hingga sekarang,” ungkap Oxana.
Menurutnya, selama hampir tiga dekade Universitas La Rochelle mengajarkan bahasa Indonesia kepada mahasiswanya. Sejumlah mahasiswa bahkan dikirim sebagai relawan solidaritas internasional ke Indonesia untuk memperkuat hubungan antar masyarakat dan institusi.
Oxana juga menyoroti kerja sama pengelolaan air yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun dan mendapat dukungan Badan Pembangunan Prancis untuk periode 2021–2026. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas produksi air melalui perbaikan operasional instalasi pengolahan air, pengelolaan risiko banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu, serta penelitian kualitas air pesisir yang melibatkan peneliti UHO.
“Kami percaya universitas memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global seperti pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, pelestarian laut, keanekaragaman hayati, dan perlindungan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sama baru yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, peneliti, kampus, dan masyarakat di kedua wilayah.
“Semoga pertemuan ini menjadi awal dari proyek-proyek baru yang memperkuat kemitraan antara La Rochelle dan UHO di masa mendatang,” tutup Oxana. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.