Ketua STMIK Bina Bangsa, Faizal Aris. Foto: Istimewa.
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tampil beda tahun ini. Mengusung tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera”, rangkaian kegiatan tak hanya semarak, tetapi juga sarat makna dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sejak dibuka melalui event Harmoni Sultra 2026, atmosfer perayaan terasa hidup. Pawai budaya, pameran seni, hingga talk show menghadirkan wajah Sultra yang kaya akan tradisi sekaligus dinamis dalam pembangunan. Tak sekadar seremoni, HUT kali ini dirancang menjadi ruang kolaborasi lintas sektor.
Ketua STMIK Bina Bangsa, Faizal Aris, menilai perayaan tahun ini patut diapresiasi. Ia menyoroti kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang dinilai mampu menghadirkan perayaan meriah di tengah keterbatasan anggaran.
“Dengan kebijakan efisiensi yang ada, pemerintah provinsi tetap mampu menghadirkan perayaan yang semarak namun tetap mengedepankan kesederhanaan,” ujar Faizal melalui siaran persnya, Jumat 24 April 2026.
Lebih dari sekadar hiburan, rangkaian HUT Sultra juga diwarnai aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Sedikitnya 260 anak mengikuti sunatan massal, disusul layanan operasi bibir sumbing dan katarak secara gratis. Tak hanya itu, fasilitas WiFi Corner juga disediakan sebagai upaya mendukung akses digital masyarakat.
Di sektor pariwisata, pemerintah turut menggenjot promosi melalui berbagai event unggulan, salah satunya Festival Bokori. Kegiatan ini diramaikan dengan fun fishing, lomba memasak halal (halal cooking competition), hingga gerakan bersih laut yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Tak ketinggalan, pelibatan UMKM dan ragam budaya lokal menjadi daya tarik tersendiri. Produk-produk lokal dipamerkan, sementara seni tradisional ditampilkan sebagai identitas kuat Sultra di tengah geliat modernisasi.
Faizal berharap momentum ini tidak berhenti sebagai perayaan tahunan semata.
“Kami berharap kolaborasi lintas sektor terus terjalin, sehingga kegiatan seperti ini dapat berjalan lancar dan memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan konsep yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan, HUT Sultra ke-62 menjadi bukti bahwa perayaan tak harus mewah untuk bisa bermakna. Justru dari kesederhanaan, semangat kebersamaan dan produktivitas semakin terasa.(kjs)
This website uses cookies.
4 TAHUN NIM MAHASISWA STMIK BINA BANGSA KENDARI TIDAK TERDAFTAR DI PDDIKTI BAGAIMANA TANGGAPAN KETUA?