Foto jurnalistik hasil karya mahasiswa UHO di JASF 2026. Foto: Septiana Syam/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA. COM – Mahasiswa Jurnalistik Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Journalistic Art and Stories Festival (JASF) 2026. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai hasil karya mahasiswa mulai dari art, film, hingga foto jurnalistik. Kegiatan ini digelar dari 17-18 Januari 2026 sore di Taman Budaya Sultra.
Mewakili Civitas Akademika, Ketua Program Studi (Prodi) Jurnalistik UHO, Marsia Sumule Genggong, mengatakan JASF 2026 ini merupakan sebuah realisasi dari mata kuliah yang ada dalam Kurikulum Prodi Jurnalistik UHO yakni mata kuliah film dan sinematografi.
“Jadi JASF sendiri ialah kolaborasi dari berbagai keahlian mahasiswa jurnalistik, seperti seni tari dan diakhiri dengan pemutaran film,” ungkap Marsia yang ditemui saat pembukaan JASF 2026.
Ia menambahkan, film yang diputar di acara JASF 2026 merupakan karya anak-anak jurnalistik yang mengambil mata kuliah film dan sinematografi. Mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah wajib dalam kurikulum Prodi Jurnalistik, sehingga setiap mahasiswa diharapkan mampu memiliki keterampilan dan keahlian dalam pembuatan film, baik itu film fiksi maupun film dokumenter.
“Nah makanya kami sebagai pengelola Prodi, membuka ruang kepada mahasiswa untuk melaksanakan festival ini,” tuturnya.
Dengan demikian mahasiswa bisa menunjukkan kepada masyarakat umum bahwa mahasiswa jurnalistik UHO merupakan calon-calon profesional di bidang media visual terutama media audio-visual atau film. Ia pun berharap JASF 2026 benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk kedepannya memiliki keterampilan dan skill dalam media audio visual.
Terkait film yang diputar di JASF 2026 terdiri berbagai genre, seperti genre dengan tema horor, komedi dan lainnya. Total ada sebanyak sembilan film yang diputar, yang berasal dari sembilan kelompok mahasiswa. Mereka dibebaskan untuk mencari genre dengan tetap mengusung tema “Sutra For Everyone”.
Marsia sendiri melihat antusiasme mahasiswa untuk mengikuti JASF 2026 sangat luar biasa. Terbukti, mahasiswa bisa menghasilkan karya jurnalistik yang baik.
“Meskipun mungkin di sana-sini mLS
This website uses cookies.