Kaprodi Sistem Komputer STMIK Bina Bangsa, La Ode Bakrim (kiri depan). Foto: Septiana Syam/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – STMIK Bina Bangsa memeastikan verifikasi data alimni masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap per angkatan. Halnini ditegaskan menyusul masih adanya alumni yang belum terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Kaprodi Sistem Komputer STMIK Bina Bangsa Kendari, La Ode Bakrim mengatakan, alumni yang belum terdaftar tersebut yakni tahun 2010 ke atas.
“Semua itu ada prosesnya, tidak bisa langsung hari ini proses dan langsung tampil. Verifikasi data dilakukan bertahap, per angkatan,” ujar La Ode Bakrim, Kamis (08/05/2025).
Proses verifikasi tersebut melibatkan pengecekan dokumen penting mulai dari formulir pendaftaran, bukti pembayaran, hingga dokumen akademik seperti KRS (Kartu Rencana Studi) dan KHS (Kartu Hasil Studi).
Menurut Bakrim, lambatnya proses ini disebabkan oleh banyaknya jumlah data mahasiswa yang perlu diperiksa satu per satu.
“Kalau hanya satu orang, mungkin bisa cepat. Tapi kalau 100 sampai 200 mahasiswa, tentu memerlukan waktu,” jelasnya.
Hingga saat ini, sekitar 200-an alumni belum terdata di PDDikti, sehingga belum bisa mengikuti wisuda ataupun mendaftar CPNS karena belum memiliki ijazah yang sah. Namun pihak kampus memastikan seluruh data akan terakomodasi.
“Dunia pendidikan tidak seperti beli barang, ada prosesnya. Kalau sistem pelaporan tertutup, data tidak bisa dimasukkan, Insyaallah tahun ini semua bisa selesai,” tegasnya.
STIMIK Bina Bangsa telah berkoordinasi langsung dengan pihak LLDIKTI untuk menyiapkan data fisik dan digital sebagai langkah percepatan. Bahkan proses verifikasi untuk angkatan 2022 sudah mulai dilakukan, dan akan dilanjutkan ke angkatan-angkatan sebelumnya secara bertahap.
Meski demikian, kampus menjamin bahwa hal ini tidak mempengaruhi akreditasi maupun jumlah pendaftar. Dengan dua program studi yang ada, kampus ini masih stabil menerima 200–400 mahasiswa baru setiap tahun.
“Yang penting datanya lengkap. Kalau ada kesalahan seperti jenis kelamin atau angkatan, perbaikannya pun harus melalui proses resmi, tidak bisa sembarangan,” terang Bakrim.
STIMIK Bina Bangsa berkomitmen menyelesaikan seluruh proses verifikasi pada 2025 dan mengimbau mahasiswa atau alumni yang merasa belum terdata untuk segera melapor ke pihak kampus. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.