KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Merasa dirugikan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kendari atas terdakwa, Achfi Suhasim saat sidang kemarin di Pengadilan Negeri Kendari.

Istri korban, Yuliati mengaku kecewa dengan tuntutan 12 tahun penjara yang dibacakan saat persidangan. Baginya hal tersebut sangat tidak adil mengingat suaminya Aditya dibunuh dengan keji oleh terdakwa.

“Suami saya satu-satunya tulang punggung keluarga, saya tidak punya kerjaan dan anak-anak saya juga masih kecil. Artinya membunuh suami saya sama saja membunuh saya dan anak-anak saya,” ungkapnya, Selasa (11/2/2020).

Saat dikonfirmasi dirinya yang tak mampu menahan isak tangis pun mengungkapkan bahwa ia tidak mengharapkan apapun. Dirinya hanya menuntut keadilan bagi pembunuh suaminya dengan seberat-beratnya.

Baca Juga  Penahanan Terduga Pelaku Cabul di Abeli Tuai Protes

“Awalnya pertama kami sudah sangat senang dengan tuntutan awal yaitu 20 tahun atau seumur hidup. Tapi diakhir pembacaan putusan hanya 12 tahun, sehingga harapan saya terakhir ada pada majelis hakim yang saya harap jeli melihat dampaknya bagi keluarga korban,” jelasnya.

BACA JUGA :

Baca Juga  Propam Periksa Lima Perwira Polda Sultra, Gegara Dugaan Minta Uang ke Kades

Ia pun menjelaskan bahwa akibat musibah yang dirinya alami anak-anaknya benar-benar terguncang. Dimana anak-anaknya merasa sulit untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial.

“Anak-anak saya juga merasa tertekan dengan pembacaan tuntutan itu, sampai mereka dengar kata-kata temannya kalau kasus ayahnya itu tidak terlalu berat dihukum,” katanya kepada awak media.

Harapnya bahwa pada sidang berikutnya yang akan digelar pada Senin, 17 Februari mendatang. Ia dan keluarganya mendapat sisi terang dari majelis hakim dalam menentukan putusan terhadap terdakwa.

Reporter: Gery
Editor: Haikal

Beri Tanggapan Anda !

SANGANT MENARIK
0
MENARIK
0
TIDAK MENARIK
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Hukum