Motor Thunder Suzuki yang diduga telah dimodifikasi nampak antre mengisi BBM subsidi. Foto: istimewa.
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sebuah video amatir memperlihatkan belasan sepeda motor jenis Suzuki Thunder dengan tangki yang diduga dimodifikasi tengah mengantre di SPBU Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu pagi (17/05/2026) sekitad pukul 09.00 Wita.
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak kendaraan roda dua yang populer disebut “motor tangki gajah” ini berbaris rapi mendominasi jalur pengisian BBM jenis pertalite.
Bukan rahasia lagi, motor Suzuki Thunder kerap menjadi pilihan utama para oknum pelangsir BBM karena kapasitas tangki standarnya yang sudah cukup besar.
Dari video tersebut, salah satu warga yang enggan disebut namanya mengaku geram lantaran pengisian motor Thunder Suzuki itu memakan waktu yang sangat lama.
Akibatnya, antrean kendaraan masyarakat umum mengular panjang hingga ke luar area SPBU.
“Jelas kami geram. Kita yang mau isi bensin untuk pakai harian atau kerja harus antre berjam-jam. Sementara mereka (pelangsir) bolak-balik isi pakai tangki raksasa. Kadang-kadang belum sempat kita isi, bensin sudah habis duluan,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, kondisi yang terjadi di SPBU Motaha ini memicu kecurigaan warga terkait adanya pembiaran dari pihak pengelola. Menurut warga sekitar, aktivitas pengisian BBM oleh motor Thunder modifikasi ini bukan pertama kalinya terjadi, melainkan sudah menjadi pemandangan rutin setiap harinya.
Ia juga menilai, pihak SPBU seharusnya bisa lebih selektif dan berani menolak kendaraan yang secara kasat mata telah dimodifikasi untuk tujuan melangsir atau menimbun BBM bersubsidi.
“Kami minta aparat kepolisian dan pihak Pertamina bisa turun tangan menindak dan memberikan sanksi terhadap SPBU dan para pengantre ini,” jelasnya.
Sementara itu, Penanggungjawab SPBU Motaha, Edo, yang dihubungi awak media ini membantah jika motor Thunder Suzuki pengantre telah dimodifikasi.
“Motor Thunder tidak ada modifikasi, Thunder tangki normal,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia enggan menjawab soal isu pelengsir mengantre setiap hari di SPBU Motaha.
Terpisah, Communication Relations Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Okky Aditya menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait isu antrean motor Thunder yang diduga dimodifikasi di SPBU Motaha.
“Kami cek dahulu ya,” kata Okky, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan, kendaraan yang dimodifikasi dan diperuntukkan untuk mengisi BBM tidak dibenarkan.
“Karena merubah spesifikasi kendaraan dan dapat membahayakan pengguna juga,” katanya.
Ia juga mengingatkan, pengisian memakai jerigen dibolehkan, asalkan ada surat dari pemerintah setempat.
“Untuk pembelian BBM dengan jerigen biasanya dilayani karena menggunakan surat rekomendasi,” tukasnya. (bds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan
This website uses cookies.