Ekobis

Kemiskinan di Sultra Turun, Kini Tersisa 10,02 Persen

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat angka kemiskinan di daerah ini kembali menurun pada Maret 2026. Persentase penduduk miskin kini berada di angka 10,02 persen, lebih rendah dibandingkan kondisi pada Maret 2025 maupun September 2025.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto mengatakan, penurunan tersebut menunjukkan kondisi kesejahteraan masyarakat di Sultra terus bergerak ke arah yang lebih baik, meski berbagai tantangan ekonomi masih dihadapi.

“Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 10,02 persen. Angka ini turun 0,52 persen poin dibandingkan Maret 2025 dan turun 0,12 persen poin dibandingkan September 2025,” ujar Hadi dalam pemaparan berita resmi statistik, Rabu (05/08/2026).

Sejalan dengan turunnya persentase kemiskinan, jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan. BPS mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 293,47 ribu orang, berkurang sekitar 10,97 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Sementara jika dibandingkan September 2025, jumlahnya turun sekitar 1,8 ribu orang.

Hadi menjelaskan, BPS juga mencatat garis kemiskinan di Sultra pada Maret 2026 sebesar Rp536.562 per kapita per bulan. Nilai tersebut didominasi kebutuhan makanan yang mencapai Rp399.918 atau sekitar 74,53 persen, sedangkan kebutuhan bukan makanan sebesar Rp136.644 atau 25,47 persen.

Menurutnya, komposisi tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga miskin masih lebih banyak dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pangan dibandingkan kebutuhan non pangan.

BPS juga mencatat rata-rata rumah tangga miskin di Sulawesi Tenggara memiliki 5,46 anggota rumah tangga. Dengan jumlah anggota tersebut, rata-rata garis kemiskinan per rumah tangga miskin mencapai Rp2.929.629 per bulan.

Data ini menjadi salah satu indikator perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakat di Sultra dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran. (cds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.