Komunitas Satwa Sultra saat memberi edukasi terkait satwa ke pengunjung Discover Wild Season 3. Foto: Septiana Syam/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM — Kegiatan Discover Wild Season 3 kembali digelar Hotel Kubah 9 Kendari. Event ini sebagai wadah edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis satwa secara langsung, khususnya bagi anak-anak. Kegiatan ini menghadirkan hampir 100 jenis satwa, mulai dari reptil hingga berbagai jenis hewan lainnya, sekaligus melibatkan komunitas satwa dan sejumlah instansi terkait.
Memasuki penyelenggaraan musim ketiga, Discover Wild tidak hanya menghadirkan edukasi satwa, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha melalui sejumlah stan yang menawarkan produk dan layanan terkait hewan peliharaan. Pengunjung juga dapat melihat berbagai satwa yang dapat diadopsi, seperti hamster dan marmut.
Marcom Hotel 9 Kendari, Kiki menyebut, kegiatan Discover Wild kali ini digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu atau 17 -18 Oktober 2026. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu berkunjung, khususnya orang tua yang bekerja pada Hari Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari inisiatif Hotel Qubah 9 yang menyediakan tempat dan menggagas acara, tepatnya di Cafe Langit Hotel Qubah 9. Sementara itu, Komunitas Satwa Sulawesi Tenggara berperan dalam menyusun rangkaian kegiatan, termasuk menghadirkan unsur edukasi agar pengunjung dapat mengenal satwa lebih dekat.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut dinilai cukup tinggi. Hal ini terlihat dari permintaan sejumlah sekolah yang ingin kembali mengikuti kegiatan serupa setelah penyelenggaraan musim sebelumnya.
Selain menjadi sarana rekreasi, Discover Wild diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran bagi anak-anak maupun orang dewasa yang belum pernah melihat satwa tertentu secara langsung, seperti buaya, ular anaconda, dan kura-kura berukuran besar.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pertanian Kendari, BKSDA Sultra, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan Komunitas Satwa Sulawesi Tenggara (KSST).
Pada rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga menyediakan 100 slot vaksinasi rabies bagi kucing. Layanan vaksinasi dijadwalkan berlangsung pada hari pertama, sedangkan hari kedua diisi dengan berbagai perlombaan kucing, termasuk lomba makan dan penilaian kesehatan kucing.
Di tempat yang sama, Penasehat KSST, Adi mengungkapkan, Komunitas Satwa Sulawesi Tenggara telah berdiri sejak 2016. Komunitas ini sebelumnya dikenal sebagai Komunitas Pecinta Satwa, sebelum berganti nama untuk memperluas jangkauan ke berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
“Saat ini, anggotanya tidak hanya berasal dari Kota Kendari, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, seperti Kolaka, Kolaka Timur, Baubau, Unaaha, dan Bombana,” tuturnya.
Ia pun menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap edukasi satwa sangat tinggi. Sejumlah sekolah bahkan menjadwalkan kegiatan edukasi satwa setidaknya dua kali dalam setahun.
“Komunitas juga kerap menerima undangan untuk memberikan edukasi secara langsung di lingkungan sekolah,” katanya.
Meski demikian, pengelolaan dan edukasi satwa memiliki tantangan tersendiri, terutama karena sejumlah satwa yang dimiliki merupakan satwa dilindungi.
Oleh karena itu, komunitas berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), tenaga kedokteran hewan, serta dinas yang membidangi peternakan untuk memastikan aspek legalitas dan kesehatan satwa tetap terjaga.
Pendampingan dan pengawasan diperlukan untuk memastikan satwa yang ditampilkan memenuhi ketentuan yang berlaku serta meminimalkan risiko penularan penyakit, baik antarsatwa maupun dari satwa kepada manusia.
Dari berbagai jenis satwa yang dimiliki komunitas, reptil menjadi salah satu kelompok dengan keragaman paling banyak, termasuk berbagai jenis kura-kura, kadal, dan ular.
Adapun satwa yang paling menarik perhatian pengunjung di antaranya buaya dan ular sanca batik berukuran besar. Kehadiran satwa-satwa tersebut kerap mengundang antusiasme masyarakat yang ingin melihatnya secara langsung.
Ke depan, Komunitas Satwa Sulawesi Tenggara berharap dapat merangkul lebih banyak komunitas hewan di Kendari dan daerah lain di Sulawesi Tenggara. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam kegiatan edukasi satwa yang berkoordinasi dengan pihak berwenang.
Saat ini, komunitas tersebut memiliki sekitar 60 anggota dalam grup utamanya, di luar anggota komunitas-komunitas satwa yang berada di daerah lain.
Melalui Discover Wild Season 3, penyelenggara dan komunitas berharap kesadaran masyarakat terhadap satwa semakin meningkat, sekaligus mendorong pembelajaran mengenai keanekaragaman hayati, kesehatan hewan, dan pentingnya menjaga kelestarian satwa. (kjs)
Reporter: Septiana Syam
This website uses cookies.