KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kota Kendari, mengalami lonjakan.

Kondisi tersebut disebabkan terganggunya pola distribusi dari luar Sulawesi Tenggara (Sultra).

Rahim, salah seorang pedagang di Pasar Basah Mandonga membenarkan terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok selama pandemi Covid-19.

Dikatakannya, distribusi kebutuhan pangan terganggu akibat wabah corona, sehingga memicu lonjakan harga yang berefek turunnya omset pedagang karena sepi konsumen.

Baca Juga  LM Rajiun Tumada: Tuduhan Tidak Loyal Hanya Pengalihan Isu

“Sebelum wabah Covid-19, omset dalam sehari saya Rp5 juta. Tapi, setelah adanya wabah Covid ini sangat menurun sekali, pendapat saya sisa Rp1 juta perhari,” kata Rahim, Selasa (15/9/2020).

Rahim juga menjelaskan, sebenarnya pasokan cukup, dimana panen melimpah, itu terjadi di sentra-sentra produksi.

“Harga pangan bervariasi, bawang merah dikisaran Rp25 ribu – 35 ribu perkilo,” ujarnya.

Baca Juga  Polda Sultra Amankan 12 Tersangka dan Ratusan Gram Narkoba

Rahim menambahkan bahwa semakin diperparah karena adanya surat edaran pembatasan aktivitas pada malam hari, ini yang menjadi dampak menurunnya pembeli seperti kurangnya pelanggan.

Rahim berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, bisa memberikan solusi kepada pedagang.

“Bagi pemerintah, pelaksana selalu melihat tingkatan di bawah kita untuk memberikan bantuan yang tidak mampu,” harapnya.

Reporter: Erik
Editor: Via

Beri Tanggapan Anda !

SANGANT MENARIK
0
MENARIK
0
TIDAK MENARIK
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Ekonomi