oleh

Cuaca Buruk, Nelayan di Busel Lakukan Tradisi 'Pindoko' agar Tetap Dapat Ikan

BUTON SELATAN, DETIKSULTRA.COM – Nelayan Desa Bahari, Kabupaten Buton Selatan memiliki cara unik mencari ikan saat cuaca buruk melanda. Cara ini disebut tradisi pindoko atau memasang jaring dan batu untuk menjebak ikan. Ratusan warga desa ini mencari ikan secara massal di pesisir pantai saat air laut surut. Mereka hanya menggunakan tombak dan parang, bahkan terkadang dengan tangan kosong untuk mendapatkan ikan yang bersembunyi di celah karang atau tumbuhan laut.
Sambil memegang tombak, ratusan warga ini berlarian mengejar ikan yang sudah terjebak di perairan dangkal. Suasana keakraban warga sangat kental terlihat dalam tradisi pindoko ini. Meski saling berebut, tidak pernah ada pertikaian.
Ketangkasan menggunakan tombak dan pandangan mata yang tajam, dapat membantu seseorang untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak dari warga lainnya.
Tradisi pindoko diawali dengan membentangkan jaring sepanjang pesisir pantai yang dilakukan pada malam hari saat air laut sedang pasang.
Kemudian keesokan paginya, para nelayan mulai memasang batu dengan cara disusun berjejer untuk menghalangi ikan kembali ke lautan dalam. Saat air laut mulai surut, dengan kondisi ikan yang terjebak di perairan dangkal, akan memudahkan para warga yang mayoritas nelayan ini untuk mendapatkan ikan.
Salah seorang nelayan, Efendi mengatakan, tradisi ini dilakukan biasanya saat cuaca buruk dengan kondisi gelombang laut yang tinggi, sehingga nelayan enggan untuk melaut.
“Pindoko, tradisi dari kita punya nenek moyang dulu. tradisi ini merupakan peninggalan leluhur yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu,” ujar Efendi.
Ia menambahkan, semua warga berhak mencari ikan meskipun tidak ikut saat memasang jaring dan semua ikan yang didapatkan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi atau dijual ke desa tetangga.
Tradisi ini juga sebagai ajang mempererat hubungan silaturahim sesama warga desa.
Reporter: Fadli Aksar
Editor: Rani

Komentar

News Update