<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita | DetikSultra.com</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/category/cerita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jul 2025 03:09:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Cerita | DetikSultra.com</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jelang Nataru, BI Sultra Siapkan Uang Tunai Rp1,2 Triliun</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/jelang-nataru-bi-sultra-siapkan-uang-tunai-rp12-triliun/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/jelang-nataru-bi-sultra-siapkan-uang-tunai-rp12-triliun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2024 10:11:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[BI Sultra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=110101</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (BI Sultra) memastikan ketersedian uang tunai menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) 2025. BI Sultra menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,2 triliun. Jumlah tersebut dipastikan lebih untuk mencukupi kebutuhan uang tunai masyarakat dan kegiatan ekonomi di Sultra untuk dua bulan ke depan. Kepala Kantor Perwakilan BI &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/jelang-nataru-bi-sultra-siapkan-uang-tunai-rp12-triliun/">Jelang Nataru, BI Sultra Siapkan Uang Tunai Rp1,2 Triliun</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (BI Sultra) memastikan ketersedian uang tunai menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) 2025. BI Sultra menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,2 triliun. Jumlah tersebut dipastikan lebih untuk mencukupi kebutuhan uang tunai masyarakat dan kegiatan ekonomi di Sultra untuk dua bulan ke depan.</p>
<p>Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Doni Septadijaya mengatakan, pada bulan Desember 2024 ini berdasarkan data historis dan proyeksi kebutuhan uang tunai perbankan di Sultra sebesar ±Rp675Miliar atau hanya 56 persen dari stok persediaan.</p>
<p>Kebutuhan uang tunai tersebut akan dapat dipenuhi melalui layanan perbankan diseluruh Provinsi Sultra dan penukaran uang di Bank Indonesia. BI Sultra mengimbau dan memastikan perbankan untuk menjaga ketersediaan uang kartal di ATM, serta memastikan ATM dapat berfungsi normal selama periode libur Nataru.</p>
<p>Khusus untuk menghadapi natal, BI Sultra berkerjasama dengan perbankan juga mengadakan penukaran khusus Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (Serunai) di empat titik pusat ibadah di Kota Kendari yaitu di Gereja Ora Et Labora, Gereja Imanuel, Gereja Maheneim dan Gereja Oikumene pada tanggal 15 Desember 2024 kemarin.</p>
<p>&#8220;Antusias masyarakat terhadap program ini cukup besar dengan realisasi penukaran uang masyarakat sebesar Rp360juta dari 174 penukar,&#8221; katanya melalui siaran pers, Selasa (17/12/2024).</p>
<p>Selain kebutuhan uang menjelang Nataru, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan penukaran uang pecahan kecil dan memperluas layananan penukaran, BI Sultra juga telah menjalin sinergi dengan perbankan dan enam toko ritel besar di Kota Kendari melalui program Lingkar Koin Sultra.</p>
<p>Program ini sudah diluncurkan sejak tahun 2022 guna memenuhi kebutuhan retailer atas uang pecahan kecil dan mengoptimalkan peredaran uang pecahan kecil yang ada di masyarakat. Masyarakat dapat menukarkan uang pecahan kecilnya di lokasi layanan sebagaimana terlampir. (bds)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Reporter: Septiana Syam</strong><br />
<strong>Editor: Wulan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/jelang-nataru-bi-sultra-siapkan-uang-tunai-rp12-triliun/">Jelang Nataru, BI Sultra Siapkan Uang Tunai Rp1,2 Triliun</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/jelang-nataru-bi-sultra-siapkan-uang-tunai-rp12-triliun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Moronene, Tolaki, Muna, dan Buton, Empat Etnik Lokal Suku Terbesar Sulawesi Tenggara</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/moronene-tolaki-muna-dan-buton-empat-etnik-lokal-suku-terbesar-sulawesi-tenggara/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/moronene-tolaki-muna-dan-buton-empat-etnik-lokal-suku-terbesar-sulawesi-tenggara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 04:28:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=82099</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Etnik lokal Suku Moronene, Suku Tolaki, Suku Buton, dan Suku Muna adalah empat etnik lokal suku penghuni awal masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan kini tersebar di 17 kabupaten-kota. Ke empat etnik besar ini merupakan bagian dari ragam suku di Indonesia, sebagai negara yang memiliki banyak ragam dengan corak yang sama, khusus, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/moronene-tolaki-muna-dan-buton-empat-etnik-lokal-suku-terbesar-sulawesi-tenggara/">Moronene, Tolaki, Muna, dan Buton, Empat Etnik Lokal Suku Terbesar Sulawesi Tenggara</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Etnik lokal <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/bombana/mengenal-tari-lumense-asal-bombana-yang-ditampilkan-pada-hut-ri-di-istana-merdeka/">Suku Moronene</a>, <a href="https://detiksultra.com/ekobis/produk-kopi-tolaki-binaan-bi-dipamerkan-di-umkm-sultra-expo-2022/">Suku Tolaki</a>, <a href="https://detiksultra.com/tag/buton">Suku Buton</a>, dan <a href="https://detiksultra.com/tag/muna">Suku Muna</a> adalah empat etnik lokal suku penghuni awal masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan kini tersebar di 17 kabupaten-kota. Ke empat etnik besar ini merupakan bagian dari ragam suku di Indonesia, sebagai negara yang memiliki banyak ragam dengan corak yang sama, khusus, dan bersifat askriptif atau telah ada sejak lahir dan turun-temurun dari awal peradaban Sultra. Konsep sosioantropologi suku bangsa merupakan golongan manusia yang mengidentifikasi dirinya dengan sesama berdasarkan garis keturunan merujuk pada ciri khas seperti adat istiadat, budaya, bahasa, agama, dan perilaku.</p>
<p>Dari ke empat etnis besar di atas, hasil kontemplasi yang melihat Sultra sebagai masyarakat yang di dalamnya terbentuk kesepahaman bersama untuk memperkuat empat pilar etnik besar yang saling menopang keutuhan Sultra sebagai upaya menyatukan bangunan Sultra sebagai entitas kebangsaan yang perlu dijaga di Republik Indonesia.</p>
<p>Empat suku etnik terbesar tersebut pertama Suku Moronene. Merupakan salah satu suku terbesar yang berada di daratan Sultra. Suku asli pertama yang mendiami daerah Pulau Kabaena,Boepinang (<a href="https://detiksultra.com/tag/bombana">Bombana</a>), Kabupaten Konawe Selatan.</p>
<figure id="attachment_82100" aria-describedby="caption-attachment-82100" style="width: 715px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-82100" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/10/180247217_236477508225913_504160900560998773_n.jpg" alt="Moronene, Tolaki, Muna, dan Buton, Empat Etnik Lokal Suku Terbesar Sulawesi Tenggara" width="715" height="402" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/10/180247217_236477508225913_504160900560998773_n.jpg 715w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/10/180247217_236477508225913_504160900560998773_n-390x220.jpg 390w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /><figcaption id="caption-attachment-82100" class="wp-caption-text">Pakaian Adat Suku Moronene. (Sumber : collaged by munara foundation)</figcaption></figure>
<p>Mayoritas masyarakat dari Suku Moronene beragama Islam dan saat ini Suku Moronene juga dikenal sebagai suku yang memiliki peradaban dalam memelihara ekosistem lingkungan. Tak heran apabila di pemukiman mereka ada padang savana dengan keterampilan berburu hewan jonga (rusa) hingga burung kakatua jambul kuning dengan cara tradisional yang unik dan masih dipertahankan hingga saat ini. Sebagian besar masyarakat dalam kesehariannya menggunakan Bahasa Moronene.</p>
<p>Kedua, <a href="https://detiksultra.com/kendari/tokoh-tolaki-sultra-fgd-bahas-rencana-bangun-monumen-kalosara/">Suku Tolaki</a>. Dapat dikatakan sebagai suku terbesar yang mendiami kawasan jazirah daratan Sultra. Mendiami seluruh wilayah bekas Kerajaan Mekongga dan <a href="https://detiksultra.com/category/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/">Konawe</a> seperti daerah Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka timur, Kabupaten Konawe, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan. Ada banyak sekali jejak peradaban yang dimiliki Suku Tolaki ini. Hal ini juga telah dibuktikan dengan adanya peninggalan arkeologi di beberapa goa atau kumapo.</p>
<figure id="attachment_82101" aria-describedby="caption-attachment-82101" style="width: 715px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-82101" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/10/rumahadattlaki.jpg" alt="Moronene, Tolaki, Muna, dan Buton, Empat Etnik Lokal Suku Terbesar Sulawesi Tenggara" width="715" height="392" /><figcaption id="caption-attachment-82101" class="wp-caption-text">Rumah Adat Suku Tolaki. (Sumber : gurupendidikan.co.id)</figcaption></figure>
<p>Keseharian masyarakat suku tolaki menggunakan bahasanya sendiri yaitu Bahasa Tolaki dan memiliki beberapa dialek yang khas, misalnya seperti dialek Wiwirano, Asera, Konawe, Mekongga, dan Laiwui, dan mayoritas penduduk dari Suku Tolaki pemeluk agama Islam.</p>
<p>Ketiga, <a href="https://detiksultra.com/category/berita-daerah-sulawesi-tenggara/buton/">Suku Buton</a>. Merupakan masyarakat yang tinggal dan hidup tepatnya di Pulau Buton dan sekitarnya seperti Kota Baubau, Buton Utara, Wakatobi, Kabupaten Buton, Buton Selatan dan Buton Tengah. Masyarakat dari Suku Buton sudah memiliki budaya pelaut. Maka tak heran, apabila banyak yang menyebut suku ini sebagai suku pelaut yang handal, penjelajah keseluruh Nusantara sebagai pelaut ulung sampai ke Australia. Sebagian besar masyarakat Buton merupakan pemeluk agama Islam. Sementara, bahasa yang digunakan oleh masyarakat Buton adalah bahasa dari Suku Buton sendiri, yaitu bahasa Wolio. Bahasa Wolio menjadi bahasa resmi di era pemerintahan Kesultanan Buton.</p>
<figure id="attachment_82102" aria-describedby="caption-attachment-82102" style="width: 715px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-82102" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/10/buton.jpg" alt="Moronene, Tolaki, Muna, dan Buton, Empat Etnik Lokal Suku Terbesar Sulawesi Tenggara" width="715" height="405" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/10/buton.jpg 715w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/10/buton-390x220.jpg 390w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /><figcaption id="caption-attachment-82102" class="wp-caption-text">Pakaian Adat Suku Buton. (Sumber : internet)</figcaption></figure>
<p><a href="https://detiksultra.com/tag/muna">Suku Muna</a> atau Suku Wuna, merupakan masyarakat yang tinggal dan hidup di tepatnya di Pulau Muna seperti Kabupaten Muna dan Muna Barat. Masyarakat dari Suku Wuna ini sudah dikenal sebagai masyarakatnya pekerja keras yang Ulet. Maka tak heran, apabila banyak yang menyebut Suku Wuna ini sebagai suku yang kuat dan perantau yang ulung. Sebagian besar masyarakat etnik suku Muna merupakan pemeluk agama Islam. Sementara, bahasa yang digunakan oleh masyarakat Muna adalah Bahasa Muna yang menjadi bahasa adat dan kesehariannya.</p>
<figure id="attachment_82103" aria-describedby="caption-attachment-82103" style="width: 715px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-82103" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2022/10/linda.jpg" alt="Moronene, Tolaki, Muna, dan Buton, Empat Etnik Lokal Suku Terbesar Sulawesi Tenggara" width="715" height="408" /><figcaption id="caption-attachment-82103" class="wp-caption-text">Tari Linda Suku Muna. (Sumber : maitewuna.com)</figcaption></figure>
<p>Selain keempat etnik lokal terbesar di Sultra juga dalam perkembangannya sampai dengan sekarang, masyarakat etnik suku di luar Sultra juga berkembang dan bertumbuh bersamaan dengan empat etnik lokal. Keberagaman etik perentauan ini datangnya ke Sultra dapat diketahui dengan dua pola migrasi. Antara lain, datang melalui program transmigrasi formal yg dimobilisasi melalui program transmigrasi seperti diantaranya dari daerah Bali, Jawa dan Jawa Barat.</p>
<p>Dalam perkembangan kekinian mereka berkembang dan tumbuh bersamaan masyarakat etnik lokal dalam kemajemukan dan kemajuan pembangunan Sultra. Kedua, datang sebagai transmigrasi spontan dengan motif ekonomi untuk mendapatkan kesempatan hidup yang layak di daerah baru. Mereka ini kebanyakan datang dari daerah Maluku, Nusa Tenggara dan Bugis Makassar. Kemudian dalam perkembangannya juga menjadi suatu eksistensial dan menyatu kedalam masyarakat Sultra yang hidup berdampingan, tumbuh dan berkembang meraih kesejahteraan bersama.(*LAK)</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/moronene-tolaki-muna-dan-buton-empat-etnik-lokal-suku-terbesar-sulawesi-tenggara/">Moronene, Tolaki, Muna, dan Buton, Empat Etnik Lokal Suku Terbesar Sulawesi Tenggara</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/moronene-tolaki-muna-dan-buton-empat-etnik-lokal-suku-terbesar-sulawesi-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menikmati Keindahan Wisata Air Terjun Lamoahi di Butur</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/menikmati-keindahan-wisata-air-terjun-lamoahi-di-butur/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/menikmati-keindahan-wisata-air-terjun-lamoahi-di-butur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2021 05:33:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buton Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Air Terjun Lamoahi]]></category>
		<category><![CDATA[buton utara]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=64423</guid>

					<description><![CDATA[<p>BUTON UTARA &#8211; DETIKSULTRA.COM &#8211; Mencari destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi bersama orang terdekat, Air Terjun Lamoahi bisa menjadi salah satu alternatif. Air terjun Lamoahi terletak di Desa Lamoahi, Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra). Air Terjun Lamoahi berjarak sekitar 37 kilometer dari ibu kota Butur. Lokasinya berada di &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/menikmati-keindahan-wisata-air-terjun-lamoahi-di-butur/">Menikmati Keindahan Wisata Air Terjun Lamoahi di Butur</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BUTON UTARA &#8211; DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Mencari destinasi <a href="https://detiksultra.com/tag/wisata">wisata alam</a> yang menarik untuk dikunjungi bersama orang terdekat, Air Terjun Lamoahi bisa menjadi salah satu alternatif.</p>
<p>Air terjun Lamoahi terletak di Desa Lamoahi, Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/buton-utara/ini-cara-organisasi-di-butur-bantu-pemerintah-atasi-masalah-sampah/">Buton Utara (Butur)</a>, Sulawesi Tenggara (Sultra).</p>
<p>Air Terjun Lamoahi berjarak sekitar 37 kilometer dari ibu kota Butur. Lokasinya berada di antara jalan menuju Labuan-Lakansai Kulisusu Utara.</p>
<p>Untuk sampai ke air terjun ini memang membutuhkan waktu yang agak lama, sekitar dua jam karena kondisi jalan masih banyak yang rusak.</p>
<p>Daya tarik dari air terjun ini berada di pinggir jalan poros Kulisusu Utara -Labuan. Tidak perlu mendaki atau berjalan kaki seperti destinasi air terjun pada umumnya.</p>
<p>Air terjun ini menjadi lokasi peristirahatan bagi siapa saja yang melewati desa ini, karena lokasinya berada tepat di pinggir jalan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-64429 alignleft" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2021/08/IMG_20210808_125621.jpg" alt="Air Terjun Lamoahi di Butur" width="367" height="446" />Air Terjun Lamoahi akan lebih indah jika para pengunjung datang saat musim hujan karena airnya makin deras sehingga menambah keindahannya.</p>
<p>Keunikan juga terdapat pada hawa air yang begitu dingin. Para pengunjung pasti akan mengigil jika mandi dengab durasi 1-2 jam. Selain itu, airnya juga sangat jernih.</p>
<p>Bagi mereka yang melakukan perjalanan ke Butur, pasti akan melihat air terjun tersebut karena posisinya sangat dekat dengan jalan poros.</p>
<p>Dari pantauan Detiksultra.com, air terjun ini banyak dikunjungi para traveler pada saat hari besar seperti pergantian tahun dan sebagainya.</p>
<p>Selain air terjun, Desa Lamoahi juga memiliki destinasi wisata permandian lainnya. Tidak jauh dari air terjun ini, juga terdapat wisata permandian Kabundo-bundo. (bds*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Reporter: Betyrudin</strong><br />
<strong>Editor: J. Saki</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/menikmati-keindahan-wisata-air-terjun-lamoahi-di-butur/">Menikmati Keindahan Wisata Air Terjun Lamoahi di Butur</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/menikmati-keindahan-wisata-air-terjun-lamoahi-di-butur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memaknai Ulang Ramadan, Tak Perlu Ada yang Berubah</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/memaknai-ulang-ramadan-tak-perlu-ada-yang-berubah/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/memaknai-ulang-ramadan-tak-perlu-ada-yang-berubah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2020 04:03:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=41187</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semua mengakui bahwa ketika pandemi terjadi telah mengubah paradigma kita selama tentang berbagai hal. Kebijakan pembangunan yang hanya terfokus pada orientasi ekonomi, ternyata luluh lantah tak kuat menahan lonjakan pasien positif Covid-19 yang terus bertambah setiap hari. Ketika krisis kesehatan terjadi seketika itu pula ukuran tentang pembangunan yang selama ini dipuja turut rontok. Kita hanya &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/memaknai-ulang-ramadan-tak-perlu-ada-yang-berubah/">Memaknai Ulang Ramadan, Tak Perlu Ada yang Berubah</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">Semua mengakui bahwa ketika pandemi terjadi telah mengubah paradigma kita selama tentang berbagai hal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan pembangunan yang hanya terfokus pada orientasi ekonomi, ternyata luluh lantah tak kuat menahan lonjakan pasien positif Covid-19 yang terus bertambah setiap hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika krisis kesehatan terjadi seketika itu pula ukuran tentang pembangunan yang selama ini dipuja turut rontok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita hanya butuh penyediaan infrastruktur dasar seperti ketersediaan air bersih buat cuci tangan, dibanding projek pembangunan infrastruktur raksasa yang hanya berorientasi pada ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini Ramadan terasa tiba lebih awal ditengah pandemi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika bulan puasa tiba kegiatan kita banyak berasal dari kalangan komunitas sendiri yang kesini- sininya, turut mendefenisikan arti bulan puasa bagi tiap individu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandemi Covid-19 memaksa kita untuk memaknai kembali arti puasa saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak awal April 2020 bahkan pemerintah sudah memperingatkan kita agar kebiasaan berkumpul dikala Ramadan dapat dihindari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Imbauan Menteri Agama RI Nomor SE 6 tahun 2020, Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020, Keputusan Gubernur Sultra Nomor 234 tahun 2020, Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 252 tahun 2020, menyampaikan kepada kita semua agar Sahur, Berbuka Puasa, Salat 5 Waktu, Shalat Jumat dan Tarawih dilakukan di rumah saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin tak ada lagi kebiasaan shalat tarawih yang pindah-pindah masjid karena khawatir bosan dengan suara imamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan kebijalan social distancing membuat untuk pertama kalinya dalam hidup, mudik ke kampung halaman batal dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin sudah tidak ada lagi istilah bertamu masiara dari rumah ke rumah yang jumlahnya 10-20 rumah dihari pertama lebaran. Dan itu tak bisa digantikan dengan cara online</p>



<h2 class="wp-block-heading">BACA JUGA:</h2>



<div class="wp-block-group has-very-light-gray-background-color has-background"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow"><ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts is-layout-flow wp-block-latest-posts-is-layout-flow"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://detiksultra.com/hukum/toko-dc-modis-fashion-di-wayong-dibobol-maling-pemilik-rugi-hingga-puluhan-juta-rupiah/">Toko DC Modis Fashion di Wayong Dibobol Maling, Pemilik Rugi hingga Puluhan Juta Rupiah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/muna-barat/perkuat-sinergi-layanan-pertanahan-dan-keuangan-syariah-bpn-muna-barat-terima-kunjungan-kepala-bank-bsi-muna/">Perkuat Sinergi Layanan Pertanahan dan Keuangan Syariah, BPN Muna Barat Terima Kunjungan Kepala Bank BSI Muna</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe-utara/serah-terima-jabatan-di-kupp-molawe-capt-sorindra-resmi-emban-tugas-baru-sebagai-kepala-kupp-bungku/">Serah Terima Jabatan di KUPP Molawe, Capt. Sorindra Resmi Emban Tugas Baru sebagai Kepala KUPP Bungku</a></li>
</ul></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Ramadan kali ini mungkin berbeda dengan Ramadan biasanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun sejak awal Ramadan memang mengajarkan kita untuk introspeksi diri dan menghabiskan waktu lebih banyak dengan orang terdekat dalam rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Katanya orang indonesia rata-rata hanya menghabiskan waktu kurang dari 2 jam bersama keluarga. Waktu 8 jam dirumah cuma dipakai untuk tidur. Tak ada salat jamaah dirumah, sharing tentang keagamaan, apalagi pendidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin tradisi dan kebiasaan di bulan Ramadan selama ini berubah, tapi makna Ramadan tetap tidak akan berubah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dari Redaksi</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/memaknai-ulang-ramadan-tak-perlu-ada-yang-berubah/">Memaknai Ulang Ramadan, Tak Perlu Ada yang Berubah</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/memaknai-ulang-ramadan-tak-perlu-ada-yang-berubah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Wanita Sampan&#8217;, Mengais Rezeki di Perairan Teluk Kendari</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/wanita-sampan-mengais-rezeki-di-perairan-teluk-kendari/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/wanita-sampan-mengais-rezeki-di-perairan-teluk-kendari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2019 09:26:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[teluk kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=29571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wanita tua berkulit legam itu seperti tak perduli pada matahari yang nyaris membakar kulitnya. Bagaimana tidak, di musim kemarau seperti sekarang, dia masih melakoni pekerjaannya sebagai pencari plastik bekas di perairan Teluk Kendari. Sampan tua yang sudah tampak rapuh menjadi kendaraannya. Itulah yang sehari-hari menemaninya mencari nafkah. Seorang diri. Ya, seorang diri. Karena suaminya tak &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/wanita-sampan-mengais-rezeki-di-perairan-teluk-kendari/">‘Wanita Sampan’, Mengais Rezeki di Perairan Teluk Kendari</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">Wanita tua berkulit legam itu seperti tak perduli pada matahari yang nyaris membakar kulitnya. Bagaimana tidak, di musim kemarau seperti sekarang, dia masih melakoni pekerjaannya sebagai pencari plastik bekas di perairan Teluk Kendari. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampan tua yang sudah tampak rapuh menjadi kendaraannya. Itulah yang sehari-hari menemaninya mencari nafkah. Seorang diri. Ya, seorang diri. Karena suaminya tak mampu lagi membantunya karena sudah uzur. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sambil mengayuh sampannya, Mangutta (50), wanita itu, dengan cekatannya memungut sampah botol plastik yang mengapung di atas teluk. Tentu saja, sampah yang tampak tak berguna itu, baginya justru adalah sumber rezekinya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Wanita berkerudung itu menjual botol-botol plastik bekas yang telah dikumpulkannya selama seminggu pada pengumpul. Terkadang, dia hanya mendapatkan Rp 20 ribu setiap minggu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dari pada kita minta-minta sama orang, saya tidak mau seperti itu. Ada anakku masih sekolah, apapun saya kerjakan yang penting halal, dan tidak menyusahkan orang lain,&#8221; tekadnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan ditanya lelahnya. Namun wanita tangguh itu tak menyerah. Demi menyekolahkan anaknya yang kini duduk di bangku SMA, dia rela berlelah-lelah mencari nafkah dengan cara ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap hari turun ke laut saat pagi buta dan menuju daratan sekitar pukul 12 siang, baginya tak masalah asalkan anak dan suaminya bisa makan. Tak jarang dia menerima pemberian ala kadarnya dari orang yang iba padanya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasanya sangat pantas dia disebut &#8216;wanita sampan&#8217;. Setiap hari dia tak pernah absen memungut plastik bekas di laut dengan ditemani sampan tuanya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya dia hanya mampu menyewa perahu kecil sebagai kendaraannya untuk mencari sampah plastik di laut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pertama kali turun saya sewa kasian perahunya orang Rp 10.000 per hari. Baru pendapatannya sedikit sekali hanya Rp 20.000. Sekarang adami body (sampan) saya beli,&#8221; katanya dengan wajah murung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah memilah-milah plastik bekas yang berhasil dikumpulkannya hari ini, dia mengisahkan bagaimana dia berjuang hidup, dengan mencari barang bekas yang diambilnya di perairan Teluk Kendari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya ambil sampah kasian untuk dijual, ini yang saya kumpulkan hari ini. Masih ada disana yang saya simpan. Kalau sudah banyak saya jualmi sama mas,&#8221; ucapnya sambil membersihkan plastik bekas yang didapatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski pekerjaan ini tergolong berbahaya bagi perempuan seperti dia, Mangutta tak bergeming. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sudah banyak saya lewati. Kalau lagi mencari kasian, hujan lebat sekali dan kadang juga ombak kalau ada kapal yang lewat besar sekali itu ombak, ngeri kasian,&#8221; ceritanya dengan dialek khas daerah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mangutta pun menceritakan pengalaman yang membuatnya merinding ketakutan saat sedang memulung di Teluk Kendari. Dari atas perahunya dia melihat sesuatu yang mengapung dari kejauhan. Setelah dia mendekat, ternyata sesosok mayat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya waktu memulung pernah lihat ada mayat di sekitar pelelangan ikan. Saya langsung teriak saja, &#8220;tolong, ada mayat!&#8221; Orang kaget saya teriak begitu. Nda lama datang polisi,&#8221; ucapnya dengan nada datar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kalanya Mangutta mendapatkan banyak sampah plastik, namun kadang juga sangat sedikit. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita mungkin tak pernah terpikir, betapa orang seperti Mangutta telah membantu menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik, terutama di perairan Teluk Kendari. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi Manggutta adalah satu-satunya orang yang melakoni pekerjaan itu. Tapi dia tidak berharap muluk-muluk. Dia hanya ingin pemerintah membantunya dengan memberinya sampan yang lebih layak. Agar lebih mudah baginya mengumpulkan sampah plastik bekas di teluk kebanggaan Kota Kendari itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Yah kalau mungkin didengar saya sangat bersyukur sekali. Kalau ada bantuan dikasih mungkin itu bagian dari perhatian mereka kepada masyarakat kecil seperti saya. Mau perahu atau bantuan lain saya terima,&#8221; harapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reporter: Muhammad Israjab<br>
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/wanita-sampan-mengais-rezeki-di-perairan-teluk-kendari/">‘Wanita Sampan’, Mengais Rezeki di Perairan Teluk Kendari</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/wanita-sampan-mengais-rezeki-di-perairan-teluk-kendari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tidak Semua Manusia Dilahirkan Sempurna</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/tidak-semua-manusia-dilahirkan-sempurna/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/tidak-semua-manusia-dilahirkan-sempurna/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2019 04:59:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=23343</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak semua manusia dilahirkan sempurna, kenyataan itulah yang dimiliki oleh penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, binaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) Meohai Kendari, Kementerian Sosial RI. Meski demikian, keterbatasan tidak menjadikan mereka putus asa dan anti sosial. Menyandang status sebagai rungu wicara bukanlah penghalang bagi mereka untuk &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/tidak-semua-manusia-dilahirkan-sempurna/">Tidak Semua Manusia Dilahirkan Sempurna</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua manusia dilahirkan sempurna, kenyataan itulah yang dimiliki oleh penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, binaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) Meohai Kendari, Kementerian Sosial RI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, keterbatasan tidak menjadikan mereka putus asa dan anti sosial. Menyandang status sebagai rungu wicara  bukanlah penghalang bagi mereka untuk terus belajar dan berkarya, keterbatasan itu justru menjadi pemacu semangat mereka untuk terus belajar menjadi lebih baik, untuk menunjukan kemampuan yang bermanfaat bagi banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didasari semangat dan kemauan yang  tinggi mereka terus berbuat, hingga mereka mampu menularkan virus kebahagiaan pada semua orang. </p>


<p>[artikel number=3 tag=&#8221;pemilu,dprd&#8221;]</p>



<p class="wp-block-paragraph">Samsudin (44) misalnya, pria dengan sapaan akrab Udin, penyandang disabilitas rungu wicara yang berprofesi sebagai penata rias dan penata rambut, sejak 12 Tahun silam. Dia telah mampu menunjukan hasil dari ketekunan dan tekadnya.  Dengan kepiawaiannya dia menjadi sosok yang tangguh, mandiri dan supel, gerak tangannya begitu lincah dan cepat memberikan pelayanan terbaik pada setiap pelanggan di salon yang telah ia dirikan pada tahun 2007.  Sejak saat itu ia aktif menjadi instruktur pengajar untuk para siswa di Loka Meohai Kendari.  Kini ia bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pelatihan kerja pada bidang tata rias salon sejak tahun 2007.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bungsu dari 4 bersaudara ini mulai berjuang sejak tahun 1999 dengan mengikuti kursus yang dilaksanakan oleh panti rehabilitasi penyandang disabilitas rungu wicara yang saat itu masih dibina oleh pemerintah daerah  Sulawesi Tenggara (Sultra).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah lulus pada tahun 2003 ia kemudian bekerja di salah satu salon milik temannya, di wilayah pasar baru, Wua-wua hingga 2007 dengan upah Rp300 ribu perbulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkat ketekunan dan tekadnya pria kelahiran Raha, 31 Desember 1975 ini, ditunjuk menjadi Instruktur pembimbing di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) Meohai Kendari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8221;Saya tidak dapat berbicara dan mendengar tetapi saya mau belajar dan berusaha, keterbatasan tidak membuat saya anti sosial,&#8221; ujarnya, pada Detiksultra menggunakan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI), yang diterjemahkan  seorang pekerja sosial Nilam, di ruang kelas Tata rias Salon Loka Meohai Kendari. Selasa siang (9/5/2019).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat pertama mengajar, anak dari pasangan bapak Luo dan Ibu Sone ini mengaku gugup, sebab itu adalah pengalaman pertamanya terlebih ia adalah satu dari dua orang yang berstatus sebagai Instruktur penyandang disabilitas yang diberi kesempatan untuk mengajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8221;Awalnya saat saya menjadi instruktur di sini, saya sangat gugup dan merasa minder karena berbeda dengan para instruktur lainnya,&#8221; ungkapnya pelan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun ia adalah instruktur yang memiliki keterbatasan fisik, namun anak-anak yang diajarnya tetap memperhatikan apa yang disampaikannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama mengajar tak jarang ia mengalami kesulitan yang lebih dibanding pengajar lainya sebab, bagi kebanyakan orang, tugas menata rambut sebenarnya membutuhkan banyak komunikasi namun Syamsudin dapat dengan cepat memperoleh pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena Syamsudin memahami ujaran bibir orang dan juga menyediakan beberapa gambar dan contoh model rambu di salonnya, sehingga orang dapat memilih dan menunjukkan model rambut yang mereka sukai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia merasa sungkan jika dirinya terus meminta belas kasihan kepada orang lain dan berniat untuk hidup mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Loka Meohai Kendari merupakan program yang melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial agar mampu berperan aktif, berkehidupan dalam masyarakat, rujukan regional, pengkajian dan penyiapan standar pelayanan, pemberian informasi serta koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait sesuai dengan peraturan Undang-undang nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.</p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="1079" height="653" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-3.jpg" alt="" class="wp-image-23345" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-3.jpg 1079w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-3-768x465.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1079px) 100vw, 1079px" /><figcaption>Ruang kelas menjahit di Loka Meohai Kendari</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Loka Meohai Kendari, Budi Sucahyono menyatakan, Kementerian Sosial melalui Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas ini, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas melalui berbagai bantuan dan pelatihan pada tiga bidang pelatihan keterampilan yakni menjahit, sablon, tata rias dan las kepada para penyandang disabilitas khususnya tuna rungu dan wicara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengungkapkan, latihan keterampilan tersebut merupakan kegiatan penjangkauan anak-anak disabilitas di seluruh Indonesia dan Loka Meohai sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Sosial. </p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="540" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-2.jpg" alt="" class="wp-image-23346" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-2.jpg 1080w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-2-768x384.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption>Kepala LRSPDSRW Kendari, Budi Sucahyono, memberikan pengarahan saat upacara</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka berupaya mewujudkan program dan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas tuna rungu dan wicara melalui program khusus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8221;Modal usaha itu, diberikan cuma-cuma oleh pemerintah tanpa mengharapkan kembali. Silahkan mereka mau gunakan untuk apa, yang jelasnya itu diberikan agar mereka bisa memberdayakan diri,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sambung dia, meskipun mengalami kekurangan dari segi fisik namun mereka diharapkan mandiri dan bersaing kerja dengan mengutamakan kerja profesional dan berkualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8221;Setelah mengikuti proses pembelajaran mereka tidak kami lepas begitu saja, namun tetap kami pantau,&#8221; ucapnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan lanjut Budi, anak didik yang sudah mandiri dan dianggap mampu membuka kegiatan kerja, akan mendapatkan modal usaha untuk dikelola secara mandiri dan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing.</p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="1031" height="647" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-1-1.jpg" alt="" class="wp-image-23348" srcset="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-1-1.jpg 1031w, https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/05/Tidak-Semua-Manusia-Dilahirkan-Sempurna-1-1-768x482.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1031px) 100vw, 1031px" /><figcaption>Kursus salon yang diberikan pada penyandang rungu wicara di Loka Meohai Kendari</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kementrian Sosial (Kemensos) RI terus berupaya  mengembangkan  dan mendidik serta memberdayakan  penyandang  disabiltias yang  saat  ini  diperlukan dalam hal pemberian kesempatan  kepada  keluarga  dan  masyarakat  untuk turut  berpartisipasi  secara  luas  dalam  berbagai  penanganan  isu  disabilitas,  dengan  disertai  upaya  pengembangan  fungsi-fungsi  Unit  Pelaksana  Teknis (UPT) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial bidang disabilitas dimasyarakat sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Strategis Kemensos RI Tahun 2015-2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Segala  upaya  penanganan  disabilitas  saat  ini  diarahkan  pada  upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dengan pelibatan penyandang disabilitas dalam aspek-aspek kehidupan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Perlindungan dan pemenuhan HAM kelompok penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab negara. Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang  Hak  Asasi  Manusia.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara  moral  dan  hukum  masyarakat  juga  mempunyai  tanggung jawab untuk menghormati HAM sesama anggota masyarakat lainnya, se-bagaimana juga ditegaskan oleh UUD RI Tahun 1945 dan UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reporter: Anca<br>Editor: Sumarlin</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/tidak-semua-manusia-dilahirkan-sempurna/">Tidak Semua Manusia Dilahirkan Sempurna</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/tidak-semua-manusia-dilahirkan-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Polisi Kumpul Uang Demi Bangun Rumah Seorang Nenek</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/kisah-polisi-kumpul-uang-demi-bangun-rumah-seorang-nenek/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/kisah-polisi-kumpul-uang-demi-bangun-rumah-seorang-nenek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2019 06:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Konawe]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=19602</guid>

					<description><![CDATA[<p>KONAWE, DETIKSULTRA.COM &#8211; Seorang Polisi di Konawe rela menyisihkan gajinya, bahkan mau mengutang untuk membiayai hidup dan membenahi rumah Epong Nurhayati (70) dan anak laki-lakinya Kin (45) yang hidup terlunta-lunta di sebuah gubuk hampir rubuh di Jalan Kuliasa, Kelurahan Puosu, Kecamatan Tongauna. Hingga di tahun 2018, Epong dikenalkan dengan seorang polisi yang enggan disebutkan namanya. &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/kisah-polisi-kumpul-uang-demi-bangun-rumah-seorang-nenek/">Kisah Polisi Kumpul Uang Demi Bangun Rumah Seorang Nenek</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph"><strong>KONAWE, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Seorang Polisi di Konawe rela menyisihkan gajinya, bahkan mau mengutang untuk membiayai hidup dan membenahi rumah Epong Nurhayati (70) dan anak laki-lakinya Kin (45) yang hidup terlunta-lunta di sebuah gubuk hampir rubuh di Jalan Kuliasa, Kelurahan Puosu, Kecamatan Tongauna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga di tahun 2018, Epong dikenalkan dengan seorang polisi yang enggan disebutkan namanya. Karena iba, sang polisi kemudian berinisiatif mengumpulkan dana, menabung bahkan berhutang untuk membuatkan rumah yang bagus bagi sang nenek, dan khirnya rumah baru untuk Epong terealisasi berdiri kokoh di awal tahun 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditemui di Polres Konawe pada Selasa (5/3/2019), polisi berinisial M itu menceritakan tentang kehidupan nenek Epong Nurhayati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mak Epong sapaan akrab Epong Nurhayati, bersama keluarganya, merupakan warga transmigrasi dari Jawa tahun 1977. Pertama berdomisili di Moramo. Kemudian di tahun 1982, suaminya meninggal dunia. Dari hasil perkawinan itu, ia dikaruniai 3 orang anak, masing masing 2 anak laki laki dan satu anak perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak suaminya meninggal dunia, mak Epong jadi tulang punggung keluarga. Ibu 3 anak itu bekerja sebagai buruh kasar cetak batu merah di Ranomeeto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 1990, mak Epong bersama ketiga anaknya ke Konawe, ia kemudian kembali bekerja sebagai tukang kebun milik pak Saenal di Desa Ambepulu Kecamatan Tongauna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian pada tahun 1994 hingga saat ini, ia pindah ke Kelurahan Puuosu. Ditengah kehidupan yang sangat sulit itu, satu persatu ia mulai ditinggalkan anaknya. Salah satu putranya diasuh oleh Hj. Pattah di Sulawesi Selatan. Saat ini diketahui bahwa anaknya bekerja sebagai pegawai honorer di kantor pengairan Sengkang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu anak perempuan mak Epong menikah dan pindah ke Kalimantan bersama suaminya yang saat ini diketahui bekerja sebagai buruh kasar di perkebunan kelapa sawit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga saat ini kedua anaknya yang berada di perantauan belum mampu memberikan kehidupan yang layak buat orang tuanya lantaran kehidupan mereka pun masih tak berkecukupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mak Epong kemudian hidup dengan anak sulungnya bernama Kin yang menderita sakit diorgan kemaluan. Akibat penyakit tersebut, Kin tidak mampu bekerja. Mereka hidup dengan mengharapkan belas kasih dari para tetangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suatu hari di awal bulan September 2018, M mendapat informasi bahwa ada seorang nenek bersama anaknya yang membutuhkan uluran tangan demi bertahan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keesokan harinya M langsung menyambangi rumah mak Epong untuk memastikan informasi tersebut. Setibanya di rumah tersebut, diperhatikannya kondisi gubuk reot itu, atap dan dindingnya bocor di mana mana. Ia lalu bergegas ke dapur dan melihat mak Epong dan anaknya sedang makan sayur nangka rebus tanpa nasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">M kembali berkunjung esoknya. Di dapur ia kembali melihat sayur nangka yang sama. M kemudian bertanya ke Mak Epong, selain nangka, apa yang dimakannya hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Demi menutupi kekurangannya, saat itu mak Epong menjawab bahwa ia makan nasi dengan sayur nangka, namun nasinya sudah habis. Padahal saya sudah cek dengan teliti, mereka hanya makan nangka saja, tidak ada yang lain,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seketika itu M duduk membisu. Tanpa sadar air matanya menetes. M kemudian bergegas ke toko untuk membeli beras, mie instan, telur serta gula untuk mak Epong. Tak lupa juga diberikannya sejumlah uang untuk keperluan sehari hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari demi hari berlalu, M semakin sering berkunjung untuk memberikan sembako serta memastikan baiknya keadaan mak Epong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat kondisi tempat tinggal mak Epong, M bertekad untuk memberikan bantuan lebih. Dengan mata berkaca kaca, M bertanya di mana tempat berlindung jika hujan turun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saat itu mak Epong menjawab, tetap di dalam rumah sambil menutupi lubang atap yang bocor di mana mana dengan menggunakan daun atau benda lain. Saya hanya membayangkan kalau hujan turun malam hari, Mak Epong dan anaknya pasti tidak tidur nyenyak,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">M kembali meneteskan air mata, mengingat kedua orang tuanya yang sudah tiada. Sambil menangis, M berdoa agar diberikan kemudahan dalam membantu kehidupan mak Epong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunjungan demi kunjungan, M bertekad untuk merehab rumah mak Epong. Awalnya, setiap menerima tunjangan operasional, tanpa sepengetahuan istri, diam diam ia ke toko untuk bayar titip seng atap rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, uang arisan bhayangkari milik istri dipakainya untuk bayar titip seng. Ketika ditanya oleh istrinya, ia berkelit bahwa ia tidak pernah mengambil uang arisan itu. Semua itu dilakukannya demi sebuah misi membangun rumah untuk mak Epong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya lalu pelan pelan mengambil uang remunerasi. Selalu saya cicil sedikit demi sedikit dengan alasan beli bensin dan keperluan lain. Istri saya tidak pernah curiga. Saya bahkan sering pinjam uang ke bendahara intel dengan alasan ada kebutuhan mendadak,&#8221; ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian saat ayahnya meninggal dunia, ia mendapat bantuan uang duka dari rekan seangkatan di instansi kepolisian, senilai 3 juta rupiah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah semua dana terkumpul, M lalu membeli kayu, bahan bahan rangka rumah, paku dan lain lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa hari kemudian, karena belum cukup, M mengambil uang tabungan untuk beli tripleks, termasuk ongkos gaji tukang yang diakuinya dibayar dengan harga tidak mahal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses pembangunan rumah mak Epong, M selalu mengecek tahap demi tahap pembangunan. Hingga pada akhirnya rumah tersebut selesai pada awal tahun 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari cerita panjang M tersebut, Detiksultra.com kemudian mengunjungi rumah mak Epong pada Rabu (6/3/2019). Rumah baru tersebut dibangun tepat di depan gubuk yang lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ditanya tentang sosok M, mak Epong tak kuasa menahan air mata. Dijelaskannya bahwa M adalah orang yang sangat baik dan lembut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau dia datang pasti tanya, mak udah makan, bagaimana keadaannya, mak sehat, dan lain lain. Dia itu sudah seperti anak saya sendiri,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mak Epong mengucapkan banyak terima kasih kepada M atas bantuan yang tidak pernah ia sangka sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Terima kasih tak terhingga kepada Allah, kepada anak saya yang polisi itu. Sudah sebulan ini, kami hidup beratap seng. Kami sudah bisa berteduh kalau hujan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Reporter: Iwal Taniapa</strong><br /><strong>Editor : Dahlan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/kisah-polisi-kumpul-uang-demi-bangun-rumah-seorang-nenek/">Kisah Polisi Kumpul Uang Demi Bangun Rumah Seorang Nenek</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe/kisah-polisi-kumpul-uang-demi-bangun-rumah-seorang-nenek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Derita Khoirul Azzam, Idap Penyakit Penyempitan Saluran Kencing Sejak Lahir</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/derita-khoirul-azzam-idap-penyakit-penyempitan-saluran-kencing-sejak-lahir/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/derita-khoirul-azzam-idap-penyakit-penyempitan-saluran-kencing-sejak-lahir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2019 12:50:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=16761</guid>

					<description><![CDATA[<p>KONAWE SELATAN, DETIKSULTRA.COM &#8211; Sungguh malang nasib Khoirul azzam, masa ceria layaknya anak-anak sejawatnya harus terenggut. Pasalnya, anak dari pasangan Nurhasanah (33). Agus Sugianto ini, didiagnosa penyakit distal rektrum atau penyempitan saluran kencing sejak lahir. Tak Mampu Berobat, Karena Kendala Biaya Anak yang lahir sejak 11 tahun silam ini, pertama kali diketahui menderita penyakit sulit &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/derita-khoirul-azzam-idap-penyakit-penyempitan-saluran-kencing-sejak-lahir/">Derita Khoirul Azzam, Idap Penyakit Penyempitan Saluran Kencing Sejak Lahir</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="wp-block-paragraph">KONAWE SELATAN, DETIKSULTRA.COM &#8211; Sungguh malang nasib Khoirul azzam, masa ceria layaknya anak-anak sejawatnya harus terenggut. Pasalnya, anak dari pasangan Nurhasanah (33). Agus Sugianto ini, didiagnosa penyakit distal rektrum atau penyempitan saluran kencing sejak lahir.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tak Mampu Berobat, Karena Kendala Biaya</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak yang lahir sejak 11 tahun silam ini, pertama kali diketahui menderita penyakit sulit buang air kecil itu ketika usianya beranjak 10 bulan. Hal itu diketahui oleh ibu Azzam sendiri, saat melihat keanehan di perut anaknya itu, yang diikuti tangis kesakitan yang dirasakan warga Desa Tolutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Awalnya muncul benjolan melintang di perutnya, disaat yang sama Azzam juga merasakan sakit yang tak tertahankan, sering nangis. Sakitnya tiba-tiba datang,&#8221; ujar Nurhasanah saat ditemui dalam acara satu tahun Kendaraan Giat Belajar Manggala Agni Daops Tinanggea pada Kamis (10/1/2019)</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/01/Penderita-diagnosa-distal-rektrum-Khoirul-Azzam.webp" alt="Penderita diagnosa distal rektrum Khoirul Azzam" class="wp-image-16768" width="640" height="480"/><figcaption>Penderita diagnosa distal rektrum Khoirul Azzam. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sakit yang diderita itu sering membuat Azzam susah tidur dan gelisah, ibunya hanya membiarkan hal ini. Lantaran, ia hanya menganggap sakit biasa. Namun, dua bulan berselang, sakit yang melilit dibagian kelamin Azzam dilihat semakin menyiksa. Akhirnya, ibunya membawa Azzam ke dokter Prayoga di Kendari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dokter menyarankan Azzam agar disunat, karena sulit buang air, kadang buang air itu sedikit, susah keluar dan diikuti rasa sakit yang sampai bikin dia menangis-menangis. Akhirnya saya putuskan untuk disunat. Jadi berusia satu tahun Azzam ini sudah disunat&#8221; bebernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah disunat, sakitnya bukannya hilang, malahan tetap sakit bahkan semakin menjadi-jadi. Nurhasanah lalu kembali membawa anaknya itu ke Dr Prayoga di Kendari untuk kedua kalinya. Sang dokter, memprediksi, Azzam mengalami usus turun.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/01/Khoirul-Azzam-bersama-ibunya-Nurhasanah-1.webp" alt="Khoirul Azzam bersama ibunya Nurhasanah" class="wp-image-16769" width="640" height="480"/><figcaption>Khoirul Azzam bersama ibunya Nurhasanah. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Ibu rumah tangga yang kesehariannya berprofesi sebagai karyawan salon di Kota Kendari ini, diminta oleh dokter, agar Azzam menjalani operasi. Tetapi ia menolak, menurutnya, dokter hanya mengada-ada, lantaran tanpa melalui pemeriksaan, Azzam tiba-tiba saja divonis menderita penyakit usus turun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak mau melakukan operasi, ibunya kemudian membiarkan sakit Azzam ini berlarut hingga bertahun. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, hal ini dirasakan Nurhasanah. Ketika bingung mencari solusi pengobatan anaknya, ia harus rela ditinggal cerai oleh suaminya saat Azzam berumur lima tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjadi orang tua tunggal, tak membuat Nurhasanah patah arang, ia terus berupaya mencari solusi untuk kesehatan Azzam. Ketika anak keduanya itu berusia sembilan tahun. Ia memberanikan diri, kembali membawa Azzam ke dokter Aburaera spesialis ahli penyakit dalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dokter mendiagnosa, anak saya ini mengalami infeksi saluran kencing. Awalnya tidak percaya, pikiran saya, kalau hanya infeksi, cuma dengan konsumsi antibiotik, sudah pasti sembuh,&#8221; cetus Nurhasanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil pemeriksaan tersebut, ia diminta untuk melakukan ronsen terhadap Azzam di rumah sakit Bhayangkara. Hasilnya, dokter mendiagnosa Azzam mengalami penyempitan distal rektrum. Namun, tutur Nurhasanah, dokter ahli dalam di rumah sakit Bhayangkara tidak bisa berbuat apa-apa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dokter menyarankan agar Azzam dirujuk di rumah sakit Makassar. Katanya untuk meneropong, sesuatu apa yang menghambat saluran kencing Azzam. Saya disitu sempat putus asa, pasrah, karena tak punya biaya untuk berobat kesana,&#8221; ujar ibu Azzam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, ia juga sempat berkomunikasi dengan ayah Azzam terkait penyakit yang diderita anak mereka dan rencana berobat ke Makassar. Akan tetapi, mantan suaminya itu, justru tak memberi respon sedikit pun terkait hal itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Azzam Minta Agar Disekolahkan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Nurhasanah berinisiatif, mengunggah cerita penderitaan anaknya itu ke media sosial facebook. Ia meminta belas kasih para dermawan yang berniat baik untuk  mambantu biaya pengobatan Azzam ke Makasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ada beberapa relawan dan donatur yang memberikan sumbangan saat itu, tapi belum cukup. Disitu juga, ada yang menawari, agar Azzam mengonsumsi obat-obatan herbal. Saya lalu mencoba membeli, uang habis Rp4 juta, tapi penyakit Azzam tambah parah,&#8221; tandas ibu beranak tiga ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama sakit, keinginan Azzam untuk merasakan hangatnya bangku sekolah pun menjadi salah satu permintaan azzam ke ibunya. Saat melihat rekan sebayanya yang selalu beramai-ramai setiap pagi ke sekolah, Azzam tak henti memaksa ibunya agar ia juga bisa bersekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sejak usia lima tahun, Azzam minta masuk ke TK, tapi saya bilang, Azzam sembuh dulu baru sekolah. Sampai sekarang dia minta selalu ingin pergi ke sekolah saat melihat temannya diantar jemput setiap pagi. Tapi saya selalu bilang, nanti saja, Azzam sembuh dulu,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Manggala Agni dan IJTI Sultra Bantu Azzam</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jeritan hati seorang Nurhasanah yang mulai putus asa, akibat penderitaan anaknya Khoirul Azzam yang kehilangan harapan untuk sembuh, akhirnya terdengar hingga ke telinga Kepala Manggala Agni Daops Tinanggea Yanuar Panca Kusuma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mendengar kisah derita Azzam, membuat hati Yanuar tergerak. Gayung bersambut, niat mulianya itu pula lalu diwujudkan dalam acara ulang tahun pertama Kendaraan Giat Belajar (KGB) yang digagas bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) pengurus daerah Sultra.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/01/Kepala-Manggala-Agni-Daops-Tinanggea-Yanuar-Panca-Kusuma-saat-memberikan-dana-hasil-penggalangan-kepada-pihak-keluarga-Khoirul-Azzam.webp" alt="Kepala Manggala Agni Daops Tinanggea Yanuar Panca Kusuma, saat memberikan dana hasil penggalangan kepada pihak keluarga Khoirul Azzam" class="wp-image-16770" width="640" height="480"/><figcaption>Kepala Manggala Agni Daops Tinanggea Yanuar Panca Kusuma, saat memberikan dana hasil penggalangan kepada pihak keluarga Khoirul Azzam. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara yang digelar di Kantor Manggala Agni Jalan Poros Bombana Desa Tatangge, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan, melakukan penggalangan dana untuk membantu adik Azzam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan yang dihadiri Kapolres Konsel, Pihak Pemda Konsel, Basarnas Kendari dan ratusan pelajar serta para guru tersebut, berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp 21.845.000 untuk hiaya pengobatan Azzam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya sangat berterima kasih kepada Manggala Agni yang sudah mengumpulkan dana untuk anak saya. Ini untuk pengobatan Azzam, semoga dia bisa sembuh agar dia bisa sekolah,” kata ibunda Azzam, Nurhasanah.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2019/01/Kepala-Manggala-Agni-Daops-Tinanggea-Yanuar-Panca-Kusuma-saat-memberikan-dana-hasil-penggalangan-kepada-pihak-keluarga-Khoirul-Azzam-2.webp" alt="" class="wp-image-16771" width="640" height="480"/><figcaption>Kepala Manggala Agni Daops Tinanggea Yanuar Panca Kusuma, sesaat setelah memberikan dana hasil penggalangan kepada pihak keluarga Khoirul Azzam. Foto: Fadli Aksar/Detiksultra</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan untuk Azzam juga datang dari Pemda Konsel yang diwakili Asisten II, Armansyah. Ia berjanji akan melapor ke atasannya, termasuk berkoordinasi dengan kepala desa, camat setempat guna mencarikan jalan pengobatan Azzam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya sudah dengar laporan, dan komitmen pemerintah daerah untuk membantu selama semua sesuai dengan prosedur yang ada,” beber Armansyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reporter: Fadli Aksar<br>
Editor: Sumarlin</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/derita-khoirul-azzam-idap-penyakit-penyempitan-saluran-kencing-sejak-lahir/">Derita Khoirul Azzam, Idap Penyakit Penyempitan Saluran Kencing Sejak Lahir</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/derita-khoirul-azzam-idap-penyakit-penyempitan-saluran-kencing-sejak-lahir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chef Hotel Fortune Front One Kendari Ini Awalnya Bercita-Cita Jadi Pilot</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/chef-hotel-fortune-front-one-kendari-ini-awalnya-bercita-cita-jadi-pilot/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/chef-hotel-fortune-front-one-kendari-ini-awalnya-bercita-cita-jadi-pilot/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2018 22:53:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=12154</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tak banyak laki-laki yang memilih profesi ini. Hagai Kris Setiawan adalah satu dari sedikit laki-laki yang menggelutinya. Ya, karena dapur dan dunia masak-memasak selalu diidentikkan dengan wanita. Tapi Chef kelahiran Sleman ini sama sekali tidak canggung berada di antara panci, kompor dan pisau dapur. Jangan tanya bagaimana rasa masakannya. Anda pasti tak mengira kalau makanan &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/chef-hotel-fortune-front-one-kendari-ini-awalnya-bercita-cita-jadi-pilot/">Chef Hotel Fortune Front One Kendari Ini Awalnya Bercita-Cita Jadi Pilot</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tak banyak laki-laki yang memilih profesi ini. Hagai Kris Setiawan adalah satu dari sedikit laki-laki yang menggelutinya. Ya, karena dapur dan dunia masak-memasak selalu diidentikkan dengan wanita. </p>
<p>Tapi Chef kelahiran Sleman ini sama sekali tidak canggung berada di antara panci, kompor dan pisau dapur. Jangan tanya bagaimana rasa masakannya. Anda pasti tak mengira kalau makanan yang Anda makan di hotel Fortune Front One Kendari adalah hasil olahan seorang chef laki-laki. </p>
<p>Pria berumur 36 tahun ini sudah delapan tahun bergelut dengan dunia masak-memasak. Siapa sangka, ternyata profesi inilah yang membesarkannya. </p>
<p>Kehidupannya yang kini sudah serba kecukupan, tak ada yang mengetahui bahwa pria ini ternyata tidak pernah bermimpi akan menjadi seorang juru masak, apalagi sampai menjadi chef yang mengatur seluruh kru di dapur atau restauran.</p>
<p>&#8220;Dulu tidak ada pikiran akan jadi chef. Waktu kecil, saya pengennya jadi pilot,&#8221; ujarnya tertawa. </p>
<p>Sekejap saja, cita-cita menjadi pilot itu terhapus sejak melihat aksi seorang chef di salah satu hotel, pada saat training kapal pesiar selama enam bulan. </p>
<p>&#8220;Dalam benak saya waktu itu, menjadi seorang chef ternyata profesi yang menjanjikan. Berangkat dari situ, pada tahun 2007 saya mulai meniti karir dengan bekerja di salah satu cafe kecil di Yogyakarta sebagai cook atau juru masak, dengan gaji Rp500 ribu per bulan selama satu tahun,&#8221; kenang Hagai.</p>
<p>Lalu kemudian ia memilih berpindah tempat untuk mencari pengalaman baru dan ilmu baru, di berbagai cafe di Yogyakarta. Sampai pada akhirnya ia memilih hijrah ke Kota Kendari pada tahun 2012.</p>
<p>Dari Kota Kendarilah, Hagai mulai bergelut dengan dapur hotel dengan posisi yang sama pada saat bekerja di cafe yaitu sebagai cook. Sampai pada akhirnya, satu tahun berjalan, dia dipercaya menjadi junior supervisor. </p>
<p>Tak puas di satu hotel, Hagai kemudian pindah lagi ke hotel lain. Setelah bekerja selama dua tahun, posisinya kembali naik menjadi supervisor.</p>
<p>Dengan segudang Ilmu yang sudah diperolehnya, nampaknya Hagai Kris Setiawan tidak mau puas untuk terus belajar dan menambah ilmu. Sampai pada akhirnya, ia pindah ke Hotel Fortune Front One Kendari dengan posisi Executive Sous Chef.</p>
<p>&#8220;Saya terus belajar untuk naik level sampai akhirnya di tempat ini saya naik lagi sebagai Executive Sous Chef,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Di Hotel Fortune Front One Kendarilah Hagai Kris Setiawan bekerja sampai saat ini dan terus melakukan karya-karya baru dalam menyajikan makanan yang sebisa mungkin berbeda dengan hotel lain di Kota Kendari.</p>
<p>Dengan bekal pengalaman yang banyak di berbagai hotel, menu vegetarian menjadi menu andalan yang ditawarkan Hagai Kris Setiawan di Hotel Fortune Front One Kendari. Sejatinya menu andalan ini hampir sama di beberapa hotel di Kota Kendari. Namun berbeda pada tidak ada yang lebih konsen dalam menyediakan menu vegetarian dibandingkan di hotel ini.</p>
<p>Laporan: Ahmad Sadikin<br />
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/chef-hotel-fortune-front-one-kendari-ini-awalnya-bercita-cita-jadi-pilot/">Chef Hotel Fortune Front One Kendari Ini Awalnya Bercita-Cita Jadi Pilot</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/chef-hotel-fortune-front-one-kendari-ini-awalnya-bercita-cita-jadi-pilot/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Pesta Rakyat: Saling Rampas Makanan, Emak-emak Kecewa</title>
		<link>https://detiksultra.com/headline/dari-pesta-rakyat-saling-rampas-makanan-emak-emak-kecewa/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/headline/dari-pesta-rakyat-saling-rampas-makanan-emak-emak-kecewa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2018 23:43:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur sultra]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=11268</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Pesta rakyat penyambutan kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunawas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra menimbulkan kekcewaan bagi para emak-emak yang datang sejak sore hari ke arena eks MTQ. Salah seorang warga Mandonga bernama Mia (42), mengaku kecewa karena tidak kebagian makanan yang disiapkan. &#8220;Makanan terlalu sedikit, orang-orang baku rampas nasi dos, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/headline/dari-pesta-rakyat-saling-rampas-makanan-emak-emak-kecewa/">Dari Pesta Rakyat: Saling Rampas Makanan, Emak-emak Kecewa</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Pesta rakyat penyambutan kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunawas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra menimbulkan kekcewaan bagi para emak-emak yang datang sejak sore hari ke arena eks MTQ.</p>
<p>Salah seorang warga Mandonga bernama Mia (42), mengaku kecewa karena tidak kebagian makanan yang disiapkan.</p>
<p>&#8220;Makanan terlalu sedikit, orang-orang baku rampas nasi dos, seperti orang kelaparan semua. Jadi saya tidak jadi makan. Sebetulnya saya juga ingin merasakan makanan disini, tapi terlalu cepat habis,&#8221; tutur Mia kepada Detiksultra, Sabtu malam (22/9/2018).</p>
<p>Mia bersama keluarganya akhirnya memutuskan pulang lebih cepat sebelum agenda utama dimulai. Ia juga menyayangkan Gubernur Sultra Ali Mazi yang terlambat datang ke arena acara, sehingga ribuan talang berisi makanan yang ada belum bisa dinikmati pengunjung.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://detiksultra.com/2018/09/20/pesta-rakyat-pemda-kabupaten-kota-siapkan-120-talang-makanan-khas/" target="_blank" rel="noopener">Pesta Rakyat, Pemda Kabupaten/Kota Siapkan 120 Talang Makanan Khas</a></strong></p>
<p>&#8220;Ali Mazi terlalu lama datang, sehingga para penjaga talang makanan terlihat kelaparan. Pengunjung juga tak bisa merasakan makanan dalam talang, karena harus satu komando. Mungkin setelah Ali Mazi datang baru boleh dimakan,&#8221; bebernya.</p>
<p>Pesta rakyat ini digelar untuk merayakan hadirnya pemimpin baru di Sultra, yakni pasangan dengan tagline AMAN sebagai Gubernur dan Wagub Sultra. Kegiatan ini dikemas dalam acara adat Buton Pakande-kandea atau acara makan-makan, dengan menyediakan 2000 lebih talang makanan.</p>
<p>Selain itu, pesta rakyat ini dimeriahkan oleh bebrapa artis ternama ibukota. Pemprov Sultra mengaku, kegiatan ini terselenggara atas patungan dana dari pemda 17 kabupaten dan kota di Sultra.<br />
Dari pantauan Detiksultra, ribuan orang memadati eks lapangan MTQ, sehingga jalan menuju arena sempat mengalami kemacetan di beberapa ruas jalan.</p>
<p>Reporter: Fadli Aksar<br />
Editor: Rani</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/headline/dari-pesta-rakyat-saling-rampas-makanan-emak-emak-kecewa/">Dari Pesta Rakyat: Saling Rampas Makanan, Emak-emak Kecewa</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/headline/dari-pesta-rakyat-saling-rampas-makanan-emak-emak-kecewa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukit Modus yang Indah dan Unik</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/bukit-modus-yang-indah-dan-unik/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/bukit-modus-yang-indah-dan-unik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2018 06:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bombana]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=10719</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Keindahan alam Indonesia selalu menjadi magnet bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Salah satu pemandangan alam yang memagnet itu ada di tanah Sultra, tepatnya di Desa Watu-watu Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana. Bukit Modus namanya. Lokasinya berada di area taman nasional Rawa Aopa. Viewnya sangat memukau mata, indah dan unik. &#8220;Berwisata &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/bukit-modus-yang-indah-dan-unik/">Bukit Modus yang Indah dan Unik</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Keindahan alam Indonesia selalu menjadi magnet bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Salah satu pemandangan alam yang memagnet itu ada di tanah Sultra, tepatnya di Desa Watu-watu Kecamatan Lantari Jaya <a href="https://detiksultra.com/tag/bombana">Kabupaten Bombana</a>.</p>
<p>Bukit Modus namanya. Lokasinya berada di area <a href="https://detiksultra.com/kendari/bptd-sultra-akui-kegiatan-pt-jhonlin-merusak-jalan-tnraw-di-bombana/">taman nasional Rawa Aopa</a>. Viewnya sangat memukau mata, indah dan unik.</p>
<p>&#8220;Berwisata ke bukit Modus merupakan pilihan yang tepat sebab tempat dan pemandangan di sana bagus dan menurut saya menyerupai pemandangan di bukit Wairinding NTT yang dapat kita temui pada film berjudul Susah Sinyal. Hanya saja sedikit demi sedikit bukit ini sudah tergerus keindahannya dikarenakan ada oknum yang sengaja membakar hutan di bukit tersebut,&#8221; ujar salah seorang pengunjung bukit Modus, Fajar Siddik Abdillah.</p>
<p>Di bukit ini masih ditemukan hewan endemik seperti burung maleo, burung Kaka tua jambul kuning, anoa, rusa, ular piton, monyet hitam, kuskus, musang, merpati hutan, elang dan babi hutan.</p>
<p>Untuk ke tempat ini, dapat menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Jarak tempuh Kendari ke bukit Modus membutuhkan waktu selama kurang lebih dua sampai tiga jam.</p>
<p>&#8220;Sayangnya tempat ini belum terekspos dan belum banyak dikunjungi. Karena lokasinya yang sulit untuk ditempuh karena akses jalan dari gerbang Taman Nasional Rawa Aopa ke bukit itu sekitar satu jam jika menggunakan motor trail. Bisa lebih dari itu jika jalur yang ditempuh sedang basah,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>Reporter: Nirwana Anwar</strong><br />
<strong>Editor: Rani</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/bukit-modus-yang-indah-dan-unik/">Bukit Modus yang Indah dan Unik</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/bukit-modus-yang-indah-dan-unik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indahnya Hutan Puncak Sorombipi di Koltim</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/indahnya-hutan-puncak-sorombipi-di-koltim/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/indahnya-hutan-puncak-sorombipi-di-koltim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2018 02:34:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaka Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=10109</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Nuansa indah, sejuk dan damai merupakan spot yang sangat pas bagi para penggiat foto. Pemandangan yang indah dan asri dapat kita jumpai di Hutan Puncak Sorombipi, Kolaka Timur. &#8220;Bagi saya, tempat merupakan background yang sangat mempengaruhi untuk pengambilan gambar yang bagus,&#8221; ujar salah satu pengunjung, Harry. Selain digunakan sebagai tempat mengambil gambar &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/indahnya-hutan-puncak-sorombipi-di-koltim/">Indahnya Hutan Puncak Sorombipi di Koltim</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Nuansa indah, sejuk dan damai merupakan spot yang sangat pas bagi para penggiat foto. Pemandangan yang indah dan asri dapat kita jumpai di<a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe-selatan/kembangkan-wisata-puncak-angata-pemerintah-bakal-bangun-taman-perkemahan/"> Hutan Puncak Sorombipi</a>, <a href="https://detiksultra.com/category/berita-daerah-sulawesi-tenggara/kolaka-timur/">Kolaka Timur</a>.</p>
<p>&#8220;Bagi saya, tempat merupakan background yang sangat mempengaruhi untuk pengambilan gambar yang bagus,&#8221; ujar salah satu pengunjung, Harry.</p>
<p>Selain digunakan sebagai tempat mengambil gambar yang bagus, hutan puncak Sorombipi juga digunakan sebagai tempat wisata keluarga.</p>
<p>&#8220;Tempat ini juga sangat pas dijadikan sebagai tempat wisata, selain suasananya yang sejuk dan pemandangan yang asri tempat ini sangat damai,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&#8220;Waktu tempuh yang diperlukan jika memulai perjalanan dari kota Kendari sampai ke tempat ini kurang lebih dua sampai tiga jam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Tak hanya kalangan anak muda yang berkunjung ke tempat ini, semua kalangan dari anak kecil sampai dengan orang dewasa memilih tempat ini untuk mengisi weekend atau sekedar melepas lelah,&#8221; lanjutnya.<br />
Harga tiket masuk untuk dapat menikmati pemandangan alam di hutan ini juga tidak mahal yakni hanya Rp10000,- .</p>
<p><strong>Reporter: Nirwana Anwar</strong><br />
<strong>Editor: Fizi</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/indahnya-hutan-puncak-sorombipi-di-koltim/">Indahnya Hutan Puncak Sorombipi di Koltim</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/indahnya-hutan-puncak-sorombipi-di-koltim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Budaya Tua Buton Tampilkan 5000 Penari</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/festival-budaya-tua-buton-tampilkan-5000-penari/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/festival-budaya-tua-buton-tampilkan-5000-penari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2018 10:01:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buton]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya Tua Buton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=9334</guid>

					<description><![CDATA[<p>BUTON, DETIKSULTRA.COM &#8211; Pergelaran Festival Budaya Tua Buton kembali digelar pada Agustus 2018 mendatang. Festival ini akan menampilkan lima tarian lokal, dengan jumlah penari sebanyak 5000 orang. Pemda Buton telah mempersiapkan dengan matang pergelaran festival terbesar di tanah Buton tersebut. Sekretaris Dinas (Sekdin) Kebudayaan Kabupaten Buton, Inal mengatakan, kelima tarian yang akan di tampilkan pada &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/festival-budaya-tua-buton-tampilkan-5000-penari/">Festival Budaya Tua Buton Tampilkan 5000 Penari</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BUTON, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Pergelaran Festival Budaya Tua <a href="https://detiksultra.com/tag/buton">Buton</a> kembali digelar pada Agustus 2018 mendatang. Festival ini akan menampilkan lima tarian lokal, dengan jumlah penari sebanyak 5000 orang. Pemda Buton telah mempersiapkan dengan matang pergelaran festival terbesar di tanah Buton tersebut.</p>
<p>Sekretaris Dinas (Sekdin) Kebudayaan Kabupaten Buton, Inal mengatakan, kelima tarian yang akan di tampilkan pada acara puncak festival tersebut yakni, Tari Kaleko, Tari Lawati, Tari Bosu, Tari Potimbe dan Tari linda-Ngibi.</p>
<p>&#8220;Tahun ini kita tampilkan hanya 5000 penari, setengahnya dari tahun lalu,&#8221; katanya saat ditemui diruang kerjanya. (13/7/18).</p>
<p>Inal menerangkan, para peserta penari berasal dari siswa-siswi se Kabupaten Buton dari tingkat SD sebanyak 2.500 siswa, SMP sebanyak 1.500 siswa dan SMA sebanyak 1000 siswa.</p>
<p>Selain penampilan tarian klosal, festival pada tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana tahun ini ada beberapa item perlombaan, diantaranya, lomba kesenian tradisional, lomba foto, dan lomba menulis.</p>
<p>&#8220;Tahun ini kita kemas sedemikian rupa, sehingga menghasilkan festival yang berkualitas, dan kita dapat mencapai Budaya Tua Buton Pesonakan Indonesia,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reporter : Safrin<br />
Editor : Arlink</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/festival-budaya-tua-buton-tampilkan-5000-penari/">Festival Budaya Tua Buton Tampilkan 5000 Penari</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/festival-budaya-tua-buton-tampilkan-5000-penari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gambus, Jadi Daya Tarik Pengunjung di Plaza Inn Kendari By Horison</title>
		<link>https://detiksultra.com/ekobis/gambus-jadi-daya-tarik-pengunjung-di-plaza-inn-kendari-by-horison/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/ekobis/gambus-jadi-daya-tarik-pengunjung-di-plaza-inn-kendari-by-horison/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2018 01:51:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Plaza Inn Hotel Kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=9322</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Plaza Inn Kendari by Horison punya cara tersendiri untuk menarik pelanggan dan memanjakan para pengunjungnya. Hotel yang beralamat di Jalan Antero Hamra 57 Kecamatan Kadia, Kota Kendari ini, memberdayakan jasa seorang pemusik gambus tuna netra lokal, Rustam (55) asal Boro-boro Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). &#8220;Saya sendiri yang mencari dia jauh dipelosok bagian &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/gambus-jadi-daya-tarik-pengunjung-di-plaza-inn-kendari-by-horison/">Gambus, Jadi Daya Tarik Pengunjung di Plaza Inn Kendari By Horison</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Plaza Inn Kendari by Horison punya cara tersendiri untuk menarik pelanggan dan memanjakan para pengunjungnya.<br />
Hotel yang beralamat di Jalan Antero Hamra 57 Kecamatan Kadia, Kota Kendari ini, memberdayakan jasa seorang pemusik gambus tuna netra lokal, Rustam (55) asal Boro-boro Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).<br />
&#8220;Saya sendiri yang mencari dia jauh dipelosok bagian Boroboro. Selama dia bermain disini, alhamdulillah pengunjung makin banyak yang datang,&#8221; ujar General Manager (GM) Plaza Inn Yusup Maulana kepada Detiksultra.com.<br />
Meskipun memiliki keterbatasan, Rustam ini piwai dalam memainkan alat musik gambus dengan menyanyikan lagu dari berbagai suku seperti, Muna, Tolaki, Bugis dan lainnya.<br />
Lebih lanjut, semangat melestarikan budaya lokal yang dimiliki Rustam dan pihak hotel, kata Yusuf membuat pria paruh baya itu, mau mengorbankan waktunya untuk menghibur para pengunjung di lobi hotel, tiga kali dalam sepekan.<br />
&#8220;Kita punya semangat yang sama, kami membayar jasanya dengan upah yang tidak seberapa pun, dia tetap setia dan serius bekerjasama dengan kami,,&#8221; ungkapnya.<br />
Daya tarik dari alunan musik gambus yang dihasilkan dari tangan lusuh pria paruh baya itu, diakui oleh salah satu pengunjung hotel bernama Ronal. Ia mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh GM Plaza Inn Kendari.<br />
&#8220;Ini terobosan baru di perhotelan Sultra, sangat jarang kami temukan suasana khas daerah ketika mendatangi hotel-hotel di Kendari, saya sangat suka, sangat kreatif, apalagi ada semangat melestarikan budaya saya turut apresiasi,&#8221; cetus Ronal.<br />
Dirinya berharap, hotel-hotel di Sultra khususnya di Kota Kendari juga bisa meniru semangat pelestarian budaya yang dimiliki GM Plaza Inn dengan mencoba varian lain. Baginya ini akan meningkatkan pengunjung khususnya dari mancanegara, sehingga secara otomatis Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari bisa naik.<br />
Reporter: Fadli Aksar<br />
Editor: Arlink</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/ekobis/gambus-jadi-daya-tarik-pengunjung-di-plaza-inn-kendari-by-horison/">Gambus, Jadi Daya Tarik Pengunjung di Plaza Inn Kendari By Horison</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/ekobis/gambus-jadi-daya-tarik-pengunjung-di-plaza-inn-kendari-by-horison/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Pelangi, Bukti Kreativitas Masyarakat Barasanga</title>
		<link>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe-utara/jembatan-pelangi-bukti-kreativitas-masyarakat-barasanga/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe-utara/jembatan-pelangi-bukti-kreativitas-masyarakat-barasanga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2018 10:28:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Konawe Utara]]></category>
		<category><![CDATA[KOnawe Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Konut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=8760</guid>

					<description><![CDATA[<p>KONAWE UTARA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Jembatan pelangi adalah bukti kreativitas warga Desa Barasanga, Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara. Berbagai karakter kartun tergambar di jembatan tersebut. &#8220;Berbagai gambar kartun dan gambar lainnya dapat ditemui di jembatan ini,&#8221; ujar salah seorang warga, Ica. Jembatan itu dinamai jembatan pelangi karena penuh dengan berbagai warna dan gambar. Di antaranya ada &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe-utara/jembatan-pelangi-bukti-kreativitas-masyarakat-barasanga/">Jembatan Pelangi, Bukti Kreativitas Masyarakat Barasanga</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KONAWE UTARA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Jembatan pelangi adalah bukti kreativitas warga Desa Barasanga, Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara. Berbagai karakter kartun tergambar di jembatan tersebut.<br />
&#8220;Berbagai gambar kartun dan gambar lainnya dapat ditemui di jembatan ini,&#8221; ujar salah seorang warga, Ica.<br />
Jembatan itu dinamai jembatan pelangi karena penuh dengan berbagai warna dan gambar. Di antaranya ada gambar doraemon, kuda laut, lumba-lumba, kura-kura, kupu-kupu, catur, pokemon, rubik, burung elang dan lain sebagainya.<br />
Jembatan ini dibangun setahun yang lalu, tepatnya tahun 2017, melalui anggaran dana desa (ADD). Dan karena kreativitas masyarakat yang mewarnai dan menggambar berbagai karakter pada jembatan tersebut, maka jembatan itu diberi nama jembatan pelangi.<br />
&#8220;Jembatan ini banyak dikunjungi warga untuk bersantai di sore hari, berswa foto, bahkan digunakan sebagai tempat pemancingan ikan dan tempat untuk mengikat perahu,&#8221; jelas Ica.<br />
Reporter: Nirwana Anwar</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe-utara/jembatan-pelangi-bukti-kreativitas-masyarakat-barasanga/">Jembatan Pelangi, Bukti Kreativitas Masyarakat Barasanga</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/berita-daerah-sulawesi-tenggara/konawe-utara/jembatan-pelangi-bukti-kreativitas-masyarakat-barasanga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesona Pasir Putih Pantai Timbala</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/pesona-pasir-putih-pantai-timbala/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/pesona-pasir-putih-pantai-timbala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2018 10:35:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bombana]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[bombana]]></category>
		<category><![CDATA[obyek wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=8540</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOMBANA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Keindahan pantai Timbala juga tak kalah bagusnya bila dibandingkan dengan pantai-pantai yang lain. Air laut yang biru dibalut dengan pasir putih dan pantai yang bersih menambah pesona pantai ini. &#8220;Pantai Timbala ini salah satu pantai yang menakjubkan begitu bersih dan sejauh mata memandang kita disuguhkan dengan pemandangan air laut yang biru dan &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/pesona-pasir-putih-pantai-timbala/">Pesona Pasir Putih Pantai Timbala</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BOMBANA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Keindahan pantai Timbala juga tak kalah bagusnya bila dibandingkan dengan pantai-pantai yang lain. Air laut yang biru dibalut dengan pasir putih dan pantai yang bersih menambah pesona pantai ini.<br />
&#8220;Pantai Timbala ini salah satu pantai yang menakjubkan begitu bersih dan sejauh mata memandang kita disuguhkan dengan pemandangan air laut yang biru dan pasir yang putih,&#8221; ujar Dimas salah seorang pengunjung.<br />
&#8220;Selain itu suasana pantai yang tenang dan nyaman menjadi ciri khas dari pantai Timbala ini. Mungkin karna belum terexpose,  jadi belum terlalu ramai,&#8221; tambahnya.<br />
Pantai Timbala terletak di Desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana.<br />
Jarak yang ditempuh menuju pantai Timbala cukup jauh dari Kota Kendari, membutuhkan waktu sekira 5-7 jam tergantung kecepatan kendaraan yang digunakan.<br />
Reporter: Nirwana Anwar<br />
Editor: Arlink</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/pesona-pasir-putih-pantai-timbala/">Pesona Pasir Putih Pantai Timbala</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/pesona-pasir-putih-pantai-timbala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Warga Rayakan Lebaran Ketupat di Pantai Lamundre</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/ribuan-warga-rayakan-lebaran-ketupat-di-pantai-lamundre/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/ribuan-warga-rayakan-lebaran-ketupat-di-pantai-lamundre/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2018 10:31:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaka]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=8506</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOLAKA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Ribuan warga memadati Pantai Lamundre, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, bertepatan dalam perayaan lebaran ketupat di hari ketujuh Idul Fitri, Kamis (21/6/2018). Tak hanya warga sekitar, ribuan warga dari pelosok daerah juga tampak berdatangan. Sejak pagi hari, warga sudah mulai berdatangan dan memadati Pantai Lamundre. Seperti dari Kabupaten Bombana, Kolaka, dan beberapa kabupaten &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/ribuan-warga-rayakan-lebaran-ketupat-di-pantai-lamundre/">Ribuan Warga Rayakan Lebaran Ketupat di Pantai Lamundre</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOLAKA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Ribuan warga memadati Pantai Lamundre, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, bertepatan dalam perayaan lebaran ketupat di hari ketujuh Idul Fitri, Kamis (21/6/2018). Tak hanya warga sekitar, ribuan warga dari pelosok daerah juga tampak berdatangan.<br />
Sejak pagi hari, warga sudah mulai berdatangan dan memadati Pantai Lamundre.  Seperti dari Kabupaten Bombana, Kolaka, dan beberapa kabupaten lainnya untuk menikmati pantai berpasir putih ini.<br />
Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Toari, Sunardi mengatakan, ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya bagi warga lokal, khususnya suku Jawa. Namun faktanya, perayaan lebaran ketupat kini tidak hanya dinikmati bagi suku Jawa saja, tapi juga suku lainnya di Sulawesi Tenggara.<br />
&#8220;Lebaran ketupat ini seperti ajang silahturahmi bagi warga sekitar bersama keluarga sekaligus berwisata. Ini semacam ritual tahunan bagi kami, sejak jaman dulu dengan membawa makanan ketupat untuk bersantap bersama keluarga di pantai,&#8221; jelasnya.<br />
Kapolsek Kecamatan Watubangga, Iptu Arman mengatakan, sebanyak 15 personil diturunkan untuk menjaga perayaan lebaran ketupat di Pantai Lamundre. Menurutnya, sekitar 3000 ribu pengunjung datang di pantai tersebut untuk berwisata.<br />
&#8220;Tahun ini lebih banyak warga yang datang dibandingkan dengan tahun kemarin. Hal ini membuat petugas dari Polsek Watubangga harus ekstra keras mengatur arus lalu lintas di sekitar pantai ini,&#8221; tukasnya.<br />
Reporter: Yus<br />
Editor: Ann</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/ribuan-warga-rayakan-lebaran-ketupat-di-pantai-lamundre/">Ribuan Warga Rayakan Lebaran Ketupat di Pantai Lamundre</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/ribuan-warga-rayakan-lebaran-ketupat-di-pantai-lamundre/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pulau Kondo, Destinasi Wisata yang Terlupakan</title>
		<link>https://detiksultra.com/cerita/pulau-kondo-destinasi-wisata-yang-terlupakan/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/cerita/pulau-kondo-destinasi-wisata-yang-terlupakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2018 02:32:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bombana]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[bombana]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=8489</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOMBANA, DETIKSULTRA.COM &#8211; Banyak destinasi wisata alam yang recommended di Sultra. Tapi tak banyak yang mengenal Pulau Kondo. Pulau yang terletak di Desa Pompangi, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana ini, keindahannya tak kalah dengan Pulau Bokori atau Napabale yang sudah lebih dulu dikenal orang. &#8220;Pulau Kondo ini tempatnya bagus, pemandangannya Indah. Cocok untuk liburan keluarga, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/pulau-kondo-destinasi-wisata-yang-terlupakan/">Pulau Kondo, Destinasi Wisata yang Terlupakan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOMBANA, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Banyak destinasi <a href="https://detiksultra.com/tag/wisata">wisata</a> alam yang recommended di Sultra. Tapi tak banyak yang mengenal Pulau Kondo.</p>
<p>Pulau yang terletak di Desa Pompangi, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana ini, keindahannya tak kalah dengan Pulau Bokori atau Napabale yang sudah lebih dulu dikenal orang.</p>
<p>&#8220;Pulau Kondo ini tempatnya bagus, pemandangannya Indah. Cocok untuk liburan keluarga, cocok dijadikan sebagai spot hunting, relax dan refreshing,&#8221; ujar salah seorang pengunjung, Harry.</p>
<p>Di hari-hari libur, banyak pengunjung yang berwisata di pulau ini. Terutama liburan usai hari raya idul fitri seperti sekarang ini. Tapi umumnya mereka berasal dari Bombana dan sekitarnya. Karena keindahan pulau ini belum terekspos dengan baik.</p>
<p>Selain itu, karena jaraknya yang cukup jauh. Dari Kendari, jarak tempuh menggunakan kendaraan roda empat sekitar 6-7 jam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Reporter: Nirwana Anwar</strong><br />
<strong>Editor: Rani</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/cerita/pulau-kondo-destinasi-wisata-yang-terlupakan/">Pulau Kondo, Destinasi Wisata yang Terlupakan</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/cerita/pulau-kondo-destinasi-wisata-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Promosi Wisata Muna Melalui Kampung Silat Berumembe</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/promosi-wisata-muna-melalui-kampung-silat-berumembe/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/promosi-wisata-muna-melalui-kampung-silat-berumembe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 May 2018 03:32:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[muna]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata muna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=7617</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Desa Berumembe, Kabupatem Muna terkenal dengan tradisi silatnya. Rencananya, 10-22 Juni 2018, masyarakat setempat bakal menggelar festival kampung silat. &#8220;Festival ini untuk melestarikan tradisi silat daerah dan menjalin kebersamaan masyarakat Kabupaten Muna di bulan Ramadan,” terang Ketua panitia kegiatan, La Ode Ruslan. Kegiatan ini juga sekaligus promosi wisata Mai Tewuna dan mendukung &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/promosi-wisata-muna-melalui-kampung-silat-berumembe/">Promosi Wisata Muna Melalui Kampung Silat Berumembe</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Desa Berumembe, Kabupatem Muna terkenal dengan tradisi silatnya. Rencananya, 10-22 Juni 2018, masyarakat setempat bakal menggelar festival kampung silat.<br />
&#8220;Festival ini untuk melestarikan tradisi silat daerah dan menjalin kebersamaan masyarakat Kabupaten Muna di bulan Ramadan,” terang Ketua panitia kegiatan, La Ode Ruslan.<br />
Kegiatan ini juga sekaligus promosi wisata Mai Tewuna dan mendukung pemerintah daerah mewujudkan daerah wisata setara Bali. Rangkaian acara diwarnai dengan lomba rangking 1, festival anak soleh dan seminar ayo membaca.<br />
La Ode Ruslan berharap seluruh pihak terkait dapat berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini.&#8221;Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan partisipan lebih banyak lagi,&#8221; pungkasnya.<br />
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Berumembe (Hipmib) setempat, Sarmiket mengatakan, siap menurunkan anggotanya untuk membantu meyukseskan festival.<br />
&#8220;Kami seluruh mahasiswa Berumembe akan membantu sepenuhnya dalam menyukseskan kegiatan itu. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada desa kami dan masyarakat Kabupaten Muna,&#8221; tandasnya.<br />
Reporter: Yusuf Maronta<br />
Editor: Cuncun</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/promosi-wisata-muna-melalui-kampung-silat-berumembe/">Promosi Wisata Muna Melalui Kampung Silat Berumembe</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/promosi-wisata-muna-melalui-kampung-silat-berumembe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nur Alam Minta Dividiokan Masjid Al Alam</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/nur-alam-minta-dividiokan-masjid-al-alam/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/nur-alam-minta-dividiokan-masjid-al-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 May 2018 09:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[anggota dpr ri]]></category>
		<category><![CDATA[mantan gubernur sultra]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Al Alam Teluk Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[masjid al-alam]]></category>
		<category><![CDATA[Nur Alam]]></category>
		<category><![CDATA[tina nur alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=7005</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI,DETIKSULTRA.COM – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam minta dividiokan Masjid Al Alam dan pembangunan Bank Sultra. Ini diungkapkan istrinya, Tina Nur Alam, Kamis (10/5/20118). “Pesannya bapak, tolong kalau ke sana coba vidiokan saya. Sudah sejauh mana perkembangannya, sama BPD (Bang Sultra-red),” tuturnya saat di temui di Masjid Al Alam. Permintaan tersebut, katanya, disampaikan saat &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/nur-alam-minta-dividiokan-masjid-al-alam/">Nur Alam Minta Dividiokan Masjid Al Alam</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KENDARI,DETIKSULTRA.COM – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam minta dividiokan Masjid Al Alam dan pembangunan Bank Sultra. Ini diungkapkan istrinya, Tina Nur Alam, Kamis (10/5/20118).<br />
“Pesannya bapak, tolong kalau ke sana coba vidiokan saya. Sudah sejauh mana perkembangannya, sama BPD (Bang Sultra-red),” tuturnya saat di temui di Masjid Al Alam.<br />
Permintaan tersebut, katanya, disampaikan saat bertemu suaminya. “Alhamdulliah bapak sehat. Doakan saja,” harapnya.<br />
Selain memenuhi pesan Nur Alam, Anggota DPRD RI ini juga menyumbangkan Al Quran, alat salat bagi perempuan dan juz amma.<br />
“Tahun lalu, umrah sama bapak dan membeli Al quran banyak sekali, tapi sudah dibagi-bagi. Ternyata, pas lihat ke perpustakaan (di rumah) masih banyak. Jadi saya bawa ke sini,” ungkappnya.<br />
Sekedar diketahui, Tina Nur Alam berada di Sultra dalam rangka reses. Sementara itu, pasca vonis hakim 12 tahun penjara, Nur Alam mengajukan banding.<br />
Reporter: Soni<br />
Editor: Cuncun</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/nur-alam-minta-dividiokan-masjid-al-alam/">Nur Alam Minta Dividiokan Masjid Al Alam</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/nur-alam-minta-dividiokan-masjid-al-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
