oleh

Buton Majukan Ekonomi dengan Budidayakan Tanaman Pala

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Tekad Pemerintah Kabupaten Buton di bawah kepemimpinan Bupati, Drs La Bakry MSi dan Wakil Bupati, Iis Elianti untuk menyejahterahkan masyarakat, tak pernah kendur.

Janji itu sering dilontarkan bupati setiap kunjungan di daerah untuk mewujudkan program peningkatan taraf hidup masyarakat.

Teranyar, Bupati Buton bersama rombongan, dinas teknis terkait dengan anggota DPRD Buton, melakukan lawatan pemantapan koordinasi di Banda Naira, Maluku Utara, Januari ini. Tujuannya sangat positif, untuk menjajaki pengembangan Palanisasi.

Sejak tahun 2019 Pemkab Buton telah mengembangkan komoditas ekspor pala ini, bahkan telah melakukan riset selama dua tahun.

Untuk langkah awal Petani disarankan agar menanam Pala dengan jumlah sekitar 20-25 pohon.

Pengembangan komoditi tanaman Pala tidak lepas dari program Pemkab Buton yang dicanangkan Bupati Buton, La Bakry, sejak tahun 2019.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Dewangga SP, menyatakan bahwa pihaknya mengalokasikan 26 ribu tanaman Pala kepada masyarakat, sebagai gebrakan peningkatan ekonomi dan komoditas ekspor pertanian sesuai harapan bupati.

“Bupati Buton sudah mencanangkan pengembangan Pala. sehingga tahun 2020 Bupati Buton membuat gebrekan pengembangan Pala yang dinamai Palanisasi, sehingga Dinas Pertanian sebagai dinas teknis yang menbidangi perkebunan tahun 2020 mengakolakosikan Pala sebanyak 26.000 pohon untuk mesyarakat Kabupaten Buton secara umum,” katanya ketika mendampingi Bupati Buton dalam lawatannya di Banda Naira. Desa Lonthoir. Kecamatan Bandam Kabupaten Maluku tengah. Provinsi Maluku.

Dewangga juga merinci untuk mengembangkan dan membudidayakan tanaman Pala, akan disebar di Kabupaten Buton tepatnya di wilayah Siotapina, Wolowa, Lasalimu Selatan, Lasalimu dan Kapontori.

Sementara itu, Bupati Buton, Drs La Bakry MSi, mengapresiasi pola budidaya tanaman Pala dan berharap bisa dikembangkan serius untuk jadi komoditas unggul selain Jambu Mete.

Jika mengharapkan Jambu Mete, Kata bupati, itu hanya berbuah setahun sekali, demikian juga dengan tanaman palawija yang lain tidak terlalu punya prospek yang jelas.

Komoditas produktif paling memungkinkan mendukung program pemerintah pusat, sambung La Bakry, adalah tanaman Pala. Prospek positif pala ini, bakal dikembangkan pemerintah Kabupaten Buton.

“Selama ini masyarakat yang sudah menanam pala dan menikmati harga jual Rp80 ribu perkilogram. saya berharap ditahun 2045 sudah sebagai masyarakat terutama para petani yang punya lahan yang cocok ditanam Pala dan kelapa. Masyarakat dapatkan penghasilan seperti yang diinginkan pemerintah pusat. Menurut saya untuk memberi kepastian 25 tahun yang akan datanng. Tanaman Pala adalah yang paling menjanjikan. Tentu saja kita juga akan mengembangkan sektor pertambangan dan sektor lainnya. Namun, tidak semua orang bekerja disektor pertambangan. Sebab sebagian masyarakat kita adalah petani,” kata Bupati Buton, La Bakry.

Bupati juga menegaskan pencanangan program Palanisasi Buton tidak terlepas dari sejarah yang mencatat bahwa Buton pernah jaya dengan rempah-rempah.

“Namun yang paling mendasari ide dan pemikiran ini adalah apa yang disampaikan oleh pak Presidsen tentang 100 tahun Indonesia mereka yakni pada tahun 2045. Dimana pada tahun itu Presiden berharap Indonesia sudah masuk peringkat ke 5,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Buton, Hariasi Salad SH mengatakan, langka dan strategis yang dilakukan dewan untuk mendukung program Pemkab Buton tersebut adalah mendukung sepenuhnya dan mengawal program pemerintah daerah. Tahun 2020 Pemkab Buton menggalakkan program Palanisasi Buton sebanyak 26.000 pohon.

“Tentu program ini sangat bersentuhan dengan masyarakat. Kewenangan DPRD adalah tentang Budgeting. Secara otomatis kami akan membackup semua program pemerintah yang memang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ungkap Hariasi Salad SH.

Alasan Pemkab Buton mengembangkan tanaman Pala karena potensi ekonominya sangat besar.

Untuk itu, lanjut Politisi Golkar ini, Ia bersama 8 orang anggota dewan lainnya mendampingi Bupati Buton datang di Pulau Banda untuk memastikan pengembangan kualitas Pala Banda yang sudah terkenal didunia.

Ini merupakan bukti keseriusan Bupati Buton mendukung budidaya tersebut bersama instansi terkait. Dewan juga melihat secara langsung cara pembibitan, penanaman termaksud cara perlakuan petani terhadap tanaman Pala itu sendiri.

“Program ini tidak salah-salah dalam mengembangkan Pala terutama dalam pembibitan dan penanaman lainnya. Kami mendatangi tempat-tempat mengembangkan Pala di Pulau Banda. Walaupun dengan bersusah payah, naik kapal menyeberang lautan dengan ombak yang besar. Tapi inilah tugas kami selaku DPRD untuk selalu mengawal kebijakan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buton,” pungkasnya.

Dewan dan pemerintah Kabupaten Buton sepakat bersinergi mengembangkan daerah dengan pola budidaya tanaman andal, Pala termasuk didalamnya tanaman Kelapa. Dengan orientasi ini sangat berharap Indonesia masuk peringkat lima besar ekonomi dunia.

“Dari data yang ada, pendapatan perkapita masyarakat berada di level 27 juta perorang perbulan. Saat ini, dewan ingin memberi motivasi pada masyarakat Kabupaten Buton bisa mempersiapkan diri pada 25 tahun yang akan datang, tepat 100 tahun Indonesia merdeka,” kata ketua DPD Golkar Buton ini.

Reporter: M1
Editor: Dahlan

0 Reviews

Write a Review

Komentar

News Update