KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kasus yang menewaskan mahasiswa asal Kendari, Imawan Randi (19) saat demo pada 26 September 2019 silam terkait penolakan RKUHP di Gedung DPRD Sultra, kembali berlanjut.

Setelah sempat mandek akibat pandemi COVID-19, kini kasus yang menjerat tersangka eks Anggota Polri, Abdul Malik, telah memasuki tahap pelimpahan berkas perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini, Senin (27/7/2020).

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kendari, Nanang Ibrahim SH, saat dihubungi via telepon.

“Berdasarkan surat yang ada terdakwa sudah dilimpahkan dari Kejari Jakarta Selatan menuju PN Jakarta Selatan hari ini” terangnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

Baca Juga  Diduga Cabuli Karyawannya, Dirut Media Cetak di Sultra Dipolisikan

BACA JUGA :

Informasi yang didapatkan bahwa sidang perdana yang akan digelar nantinya akan membahas seputar pembacaan dakwaan terhadap tersangka Abdul Malik.

Dimana saat itu, ia diduga kuat adalah pelaku yang menyebabkan tewasnya Himmawan Randi dengan luka tembak diketiak sebelah kiri yang menembus dada korban.

Terkait soal sidang perdana, Nanang mengungkapkan belum mengetahui jadwal pastinya.

“Kan hari ini baru kita limpahkan, jadi tinggal menunggu saja dari pihak PN Jakarta Selatan untuk menentukan jadwal sidangnya kapan,” tambahnya lagi.

Baca Juga  Tim Anti Bandit Polda Sultra Siap Berantas Begal, Masyarakat diimbau Beri Laporan Segera

Diketahui dalam persidangan nantinya, kasus tersebut akan ditangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kendari, Kejati Sultra dan akan didampingi oleh Jaksa dari Kejari Jakarta Selatan. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sultra, Herman Dermawan.

“Informasi yang saya dapat itu jaksa yang akan mendampingi dua dari Kejati Sultra, dua dari Kejari Kendari dan satu jaksa dari Kejari Jakarta Selatan,” terangnya.

Reporter: Gery
Editor: Via

Beri Tanggapan Anda !

SANGANT MENARIK
0
MENARIK
0
TIDAK MENARIK
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Hukum