oleh

Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Keluarga Anak Autis Berbasis Homebase Program

-Pendidikan-345 views

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Tim Pengabdian Kepada Masyarakatat (PKM) Kemenristekdikti memberikan pelatihan terapi pada orang tua yang anaknya mengidap penyakit autisme, senin (4/6/2018). Pelatihan yang berlangsung di Kantor Pusat Layanan Autis Sultra ini dilakukan demi menciptakan kemandirian orang tua dalam mendidik anaknya.
“Kami melakukan kegistan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada kelompok keluarga dengan anak penderita autis berbasis Homebase Program dan berpusat di kelurahan dapu-dapura dan kelurahan sanua,” kata Ketua Tim PKM, Fransiska Tatto Dua Lembang.
Fransiska yang datang bersama anggotanya Dewi Sari Pratiwi yang juga dosen Keperawatan Stikes Mandala Waluya mengungkapkan, peserta kegiatan ini terdiri dari 35 orang. Dikatakannya, Para peserta juga merespon baik kedatangan Tim PKM dan sangat terbuka ketika ditanya.

pelatihan terapi anak autis untuk orang tua
Suasana pelatihan terapi pada keluarga dengan anak penderita autis. Foto: Yusuf Maronta/detiksultra

Sebelumnya mereka telah melakukan penyuluhan terlebih dahulu untuk peningkatan pengetahuan orang tua mengenai autis. Sedangkan program pelatihan terapi autis ini, diperuntukkan juga membantu program terapi bagi orang tua yang kurang mampu.
“Jadi orang tua yang memiliki anak-anak autis dilatih supaya mereka bisa melakukan terapi, seperti terapis wicara. kita tahu sendiri bahwa untuk terapi wicara itu membutuhkan biaya yang sangat besar, dimana hitungan sejam dengan 500 ribu perjam. Bagaimana dengan yang kurang mampu. Jadi, kami latih supaya mereka bisa melakukannya sendiri dirumah,” bebernya.
Ada tiga model terapi yang dilatihkan pada orang tua yaitu bidang Terapi okupasi, terapi wicara, dan terapi Aplied Behavior Analysis (ABA).
Setelah itu, mereka juga membentuk Ikatan orangtua penderita autis sebagai sarana berbagi informasi.
Tambahnya, melalui kegiatan ini diharapkan orang tua bisa memiliki pengetahuan bagaimana menghadapi anak-anak autis, karena anak autis memiliki perilaku yang berbeda.
Sementara itu, Kepala Pusat Layanan Autis Sultra, Nurhaerani Haeba mengungkapkan kegembiraannya karena bisa menjadi mitra bagi Mandala Waluya untuk kegiatan yang dinaungi oleh Kemenristekdikti. 
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Selain kami bisa menyosialisasikan Pusat Layanan Autis Sultra kepada masyarakat, kami juga mendapat kebanggan tersendiri karena bisa bekerjasama dengan Stikes Mandala Waluya,” tuturnya.
“Jika ada orang tua yang merasa anaknya ada masalah dalam perkembangannya, bisa langsung membawa anaknya kesini supaya cepat ditangani,” imbaunya.
Reporter: Yusuf Maronta
Editor : Cuncun
Pembentukan IOP Autis oleh PKM
Suasana pembentukan Ikatan Orangtua Penderita Autis oleh Tim PKM. Foto: Yusuf Maronta/detiksultra.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

News Update