oleh

Miss Hijab Sultra Target Hijabkan 1.000 Muslimah

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Miss Hijab Sultra (MHS) adalah sebuah komunitas muslimah di Sultra yang didirikan oleh Dr. Ananta Tri Putri Lestari pada tahun 2016 dengan motto “syar’i social yang berakhlaqul qarimah, religius dan berintelektual”. Di usianya yang baru 2 tahun, MHS semakin eksis menebar syiar dan melakukan berbagai kegiatan sosial.
“Sudah dua bulan saya memegang amanah sebagai Miss Hijab Sultra 2017, alhamdulilah telah melaksanakan beberapa program kerja dan berhasil menghijabkan 60 wanita se-Kota Kendari. HMS juga melakukan kegiatan bagi-bagi sembako, bekerjasama dengan Majelis Taklim Al Khansa,” ungkap Wilani Hardianti Yasa, juara I Miss Hijab Sultra tahun 2017.
Wilani menambahkan, MHS yang kini beranggotakan 32 muslimah, terdiri dari perwakilan kabupaten/kota se-Sultra, juga berbagi hijab syar’i gratis pada acara tablig akbar Umi Pipik Dian Irawati di Masjid Agung Al Kautsar beberapa waktu lalu.
Ketua Umum Pusat Information Konseling Mahasiswa IAIN Kendari ini juga mengungkapkan bahwa program kerja MHS yang sudah direncanakan dan akan dilakukan ke depan yaitu baksos di Panti Asuhan, membantu korban kebakaran di UHO, serta program menghijabkan 1.000 muslimah.
MHS juga berpartisipasi dalam acara launching Detiksultra.com pada hari Selasa (6/2/2018) di Hotel Clarion, dengan menampilkan fashion show busana muslimah modern, termasuk busana pengantin.
Wilani mengungkapkan, apa yang mereka tampilkan saat itu adalah contoh bahwa hijab bukan halangan untuk muslimah beraktifitas.
“Kita fashion show dengan berbagai kostum. Sebenarnya tujuannya selain promosi baju dari sponsor, juga untuk merepresentasikan pakaian muslim di berbagai kegiatan, dan menggugah semua muslimah bahwa hijab itu bukan halangan untuk beraktifitas,” ungkap Lani, sapaan akrab Wilani.
Busana dan riasan model-model MHS pada kegiatan itu merupakan sumbangan pihak sponsor yaitu Salon Yanti, Salon Aulia, Salon Risma dan Umi Collection.
Yang lebih menarik lagi, 11 model MHS yang tampil pada saat itu berasal dari beberapa profesi yang berbeda yaitu mahasiswi, dosen, Polwan dan dokter.
Reporter: Yusuf Maronta
Editor: Rani

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

News Update