Advertorial

Ini Dua Program Besar Dishub Sultra pada 2022

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dinas Perhubugan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menargetkan sejumlah program kerja pada 2022 ini. Ada dua program besar, yakni kepelabuhanan dan bidang transportasi darat (terminal).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Sultra, Muh. Rajulan mengatakan, untuk kepelabuhanan pihaknya mencoba membenahi beberapa pelabuhan yang ada di Sultra.

Beberapa tahun lalu, kata dia, pihaknya mencoba memperbaiki landasan lampu di pelabuhan, baik di Pelabuhan Torobulu- Tampo, Pelabuhan Wanci, Wowonii dan Kendari.

“Pasalnya selama ini tidak pernah dibenahi dengan baik. Tahun ini kami benahi Pelabuhan Tunggala. Kemudian dilengkapi dengan fasilitas penunjangnya PJU atau lampu-lampu penerangan pelabuhan. Target kami akan dilengkapi semua fasilitas penunjangnya,” kata Rajulan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/1/2022).

Lanjutnya, pembenahan lainya seperti ruang tunggu dan WC-nya. Pasalnya, hampir semua WC di pelabuhan penyeberangan kurang diperhatikan.

“Selama ini WC pelabuhan itu terkesan kumuh, kotor dan bau maka itu yang coba kami benahi agar hal seperti ini masyarakat bisa nyaman dalam melakukan perjalanan,” ungkapnya

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Sultra, Muh. Rajulan
Muh. Rajulan

Selain itu, kata Rajulan, tahun ini juga dishub menganggarkan perencanaan pelabuhan Amolengu-Labuan menjadi pelabuhan modern.

Pihaknya bahkan sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan agar membantu membenahi pelabuhan Amolengu-Labuan dengan taraf modern. Kemungkinan fisiknya akan dikerjakan pada 2023.

Kemudian, untuk terminal, dishub akan fokus membenahi bangunannya. Jika dulu hanya disentuh sebagian sekarang akan disentuh secara keseluruhan agar fasilitasnya lebih memadai lagi.

Yang akan dibenahi adalah kantornya, ruang tunggu, ruang jaga, palang, lampu, WC termasuk area parkiran seperti yang dianggarkan di Terminal Lambolarangi (Kolaka) dan Terminal Lahombua (Konawe Utara).

“Itu kami anggarakan hampir 1 miliar rupiah, pasalnya selama ini terminal tersebut hanya disentuh sedikit-sedikit akhirnya tidak berfungsi secara maksimal. Sekarang kami akan coba satu per satu mungkin tahun ini akan dibenahi satu atau dua terminal tahun depan akan diperbaiki tiga atau empat terminal. Pada akhirnya sisa pemeliharaannya,” terangnya. (adv)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button