Wa Ode Alika menaburkan bunga di atas makam ayahnya. Foto: Istimewa
MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Inilah momen haru Paskibraka Nasional asal Kabupaten Muna Barat bernama Wa Ode Alika saat mengunjungi makam sang ayah.
Diketahui ayah Alika bernama La Ode Ege yang merupakan anggota DPRD Muna Barat yang meninggal dunia saat Alika sedang menjalani pemusatan latihan Paskibraka di Jakarta.
Ayahnya meninggal pada Jumat (25/07/2025) di salah satu Rumah Sakit di Kendari. Kesedihan dan rasa kehilangan yang amat dalam dirasakan Alika kala itu.
Saat itu ia juga sedang mempersiapkan diri dalam pemusatan latihan Paskibraka Nasional di Jakarta.
Pada Selasa (26/08/2025) sore yakni tepat sebulan kepergian sang ayah, Alika kembali ke daerah asalnya Kabupaten Muna Barat. Ia disambut meriah oleh para keluarga serta guru-guru dan teman-temannya. Namun dibalik kemeriahan itu, Alika masih menyimpan rasa sedih dan kehilangan yang teramat dalam.
Seusai penyambutan kedatangannya pada Selasa sore itu, Alika langsung bergegas menuju makam sang ayah yang berada di Desa Latugho, Kecamatan Lawa. Saat Alika hendak mendekati pusara sang ayah, dirinya tak kuasa menahan tangis. Ia terisak. Tangisan pun pecah di makam sang ayah. Seolah ia tak menyangka ayahnya pergi begitu cepat.
Alika yang sedari tadi menangis pun ditenangkan oleh keluarganya yang mendampinginya di pemakaman. Namun kesedihan yang amat dalam masih dirasakan olehnya.
Baca Juga : Momen Alika, Paskibraka Nasional Asal Muna Barat Disambut Meriah Pihak Sekolah
Hari ini, Rabu (27/08/2025) Alika kembali mengunjungi makam sang ayah. Ia mengunjungi makam ayahnya seusai acara penyambutan pihak sekolah. Dimana pihak sekolah juga menggagas agenda tabur bunga di pemakaman ayah Alika.
“Hari ini salah satu siswi kami yaitu Wa Ode Alika siswi SMA Negeri 1 Lawa yang beberapa waktu lalu melaksanakan tugas negara dalam pengibaran bendera merah putih di Jakarta mengunjungi makam ayahnya,” kata salah satu guru SMA Negeri 1 Lawa, Hasidin.
Tampak Alika bersama perwakilan pihak sekolah melakukan tabur bunga di atas makam ayahnya. Tampak pula beberapa siswa teman-teman Alika ikut dalam agenda tersebut. Momen haru itu berlangsung hening. Berbanding terbalik dengan keriuhan acara penyambutannya.
Terlihat Alika saat itu cukup tenang menatap makam sang ayah. Berbeda dengan malam sebelumnya saat ia pertama kali melihat makam ayahnya.
Namun wajah sendu itu masih terlihat di wajah Alika. Ia tertunduk dan seolah tak mau berpaling untuk melihat makam ayahnya. Duka yang amat dalam dirasakan oleh Alika di tengah keriuhan penyambutannya. (bds)
Reporter: Mukhtar Kamal
Editor: Wulan
This website uses cookies.