RSUD Muna Barat. Foto: Istimewa.
MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna Barat kecipratan bantuan dana hibah dari Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebesar Rp138 miliar. Dana ini untuk pembangunan fasilitas baru, yang bertujuan agar lebih memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.
Direktur RSUD Kabupaten Muna Barat, dr. H. M. Syahril Fitrah, mengatakan bantuan ini adalah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang merupakan program strategis dari Presiden RI, Prabowo Subianto melalui Kemenkes RI dalam bentuk peningkatan kelas rumah sakit dari kelas D menjadi kelas C.
Kegiatan ini dikelola langsung oleh Kemenkes RI pada Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
“Ada beberapa daerah di Indonesia yang belum memiliki rumah sakit tipe C maka dijadikan lokus program ini termasuk Kabupaten Muna barat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/05/2026).
Ia menyebut untuk kontruksi bangunan rumah sakit yang sementara akan dibangun adalah tiga lantai, yang terdiri atas ruang pendaftaran, farmasi, UGD, ruang radiologi, ruang Cathlab, poliklinik rawat jalan, ruang rawat inap, ruang operasi, ruang ICU, ruang cuci darah, Laboratorium Citotoksik, dan Ruang CSSD ( Central Sterile Supply Departement ).
“Pembangunan ini rencananya akan dimulai pada 1 Juni hingga 31 Desember 2026. Untuk peresmiannya kita lihat kondisi gedungnya dan alat kesehatannya. Kalau sudah tuntas maka tinggal diresmikan oleh Bapak Presiden atau pak menteri lalu kemudian kita operasikan” jelasnya.
Syahril sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini, terlebih di tengah efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional. Dengan adanya gedung rumah sakit yang baru ini juga dapat menyerap Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki basic di bidang kesehatan khususnya dokter dan tenaga kesehatan asli daerah.
“Kalau kita masih kekurangan SDM, nanti itu menjadi tugas dan tanggungjawab kami untuk mencari dokter maupun perawat yang ada di Provinsi Sultra atau di luar Sultra,” terangnya.
Adapun berbagai layanan unggulan dan program strategis dari pemerintah pusat bagi RSUD yang akan dibangun meliputi layanan kanker, strok dan layanan penyakit ginjal dan sistem saluran kemih (Uro-Nefrologi).
Selain itu, layanan unggulan lainnya adalah penyakit jantung. Menurutnya, saat ini banyak daerah yang warganya mengalami serangan jantung.
“Jadi kita kan selama ini kalau ada pasien yang mengalami serangan jantung pasti dirujuk, maka dengan adanya rumah sakit ini kita tidak perlu lagi merujuk karena peralatannya lengkap dan dokter. Begitupun penyakit lainnya,” sebutnya.
Ia berharap dengan hadirnya rumah sakit modern ini dapat memaksimalkan pelayanan terhadap pasien dan mengurangi angka rujukan. Ia juga berharap arget penyelesaian pembangunan rumah sakit dapat tercapai tanpa hambatan dan alkesnya segera tiba.
“Kalau ada gedung rumah sakit tapi kalau tidak ada dokter kan percuma juga. Makanya kami berharap dokter asal Muna Barat yang masih sekolah agar cepat selesai dan jika masih ada kekurangan nakes maka menjadi tanggung jawab kami untuk melengkapi dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tandasnya. (cds)
Reporter: La Ode Darlan
Editor: Wulan
This website uses cookies.