Bupati Muna Barat La Ode Darwin telah meresmikan pengoperasian kapal feri KMP Pulau Rubiah rute Tondasi - Torobulu (PP) yang berlangsung di Pelabuhan Tondasi Kecamatan Tiworo Utara, Jumat (28/3/2025). Foto: La Ode Darlan/Detiksultra.com
MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Bupati Muna Barat La Ode Darwin telah meresmikan pengoperasian kapal feri KMP Pulau Rubiah rute Tondasi – Torobulu (PP) yang berlangsung di Pelabuhan Tondasi Kecamatan Tiworo Utara, Jumat (28/3/2025).
Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan pita di atas kapal feri yang baru saja tiba dari Pelabuhan Torobulu. Saat itu, La Ode Darwin bersama wakilnya, Ali Basa didampingi General Manager Indonesia Ferry ASDP Cabang Baubau, Jamaluddin, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Rajulan, Anggota DPRD Provinsi Sultra, Uking Djassa serta sejumlah kepala OPD di Muna Barat.
La Ode Darwin mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak ASDP dan Dinas Perhubungan Provinsi Sultra yang membantu memperjuangkan pelayaran perdana feri Tondasi–Torobulu sehingga dapat berjalan dengan maksimal.
“Saya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Muna Barat mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak perhubungan dan ASDP yang telah membantu sehingga pelayaran perdana feri ini dapat berjalan dengan baik,” ucapnya saat ditemui di lokasi.
Dalam pengoperasian kapal feri ini, ia sempat pesimis karena belum ada kepastian untuk pelayaran apalagi belum ada penetapan tarif, izin operasional dan informasi dari pihak ASDP sehingga pihaknya berupaya dengan maksimal agar pengoperasian feri dapat berjalan sesuai rencana awal meskipun sempat tertunda selama dua hari yang awalnya dijadwakan beroperasi pada 26 Maret 2025.
“Alhamdulillah, di masa kerja kami selama 22 hari sejak kami dilantik sudah terlaksana dan terjawab berbagai keluhan masyarakat atas permintaan beroperasinya kapal feri rute Tondasi – Torobulu,” jelasnya.
Bupati yang memiliki tagline Liwu Mokesa ini berharap dengan pelayaran feri dapat meningkatkan roda perekonomian serta dapat mendongkrak PAD. Hal ini juga bagian dari perhatian Pemda Muna Barat dalam membantu meringankan biaya transportasi laut menuju Torobulu, Konawe Selatan (Konsel).
Sementara itu, General Manager Ferry Indonesia ASDP Cabang Baubau, Jamaluddin mengaku saat ini ASDP Baubau telah mengoperasikan sebanyak 13 armada dan 18 lintasan di wilayah Sultra.
“Alhamdulillah, pelabuhan Tondasi Muna Barat merupakan lintasan yang ke-19. Dan tadi rute Torobulu-Tondasi kapal feri memiliki penumpang sebanyak 25 tanpa kendaraan. Kendaraan motor 49 unit dan
mobil 19 unit. Untuk kendaraan termasuk dengan masing-masing penumpangnya,” sebutnya.
Ia sangat mengapresiasi kinerja dan langkah cepat yang dilakukan oleh Bupati Muna Barat dalam menyelesaikan segala administrasi dalam waktu yang sangat singkat. Padahal dari berbagai pengalaman yang ia dapatkan selama ini pengurusan berbagai persyaratan tentang pelayaran membutuhkan waktu tiga bulan, namun Pemda Muna Barat menyelesaikannya hanya dalam waktu kurang lebih satu bulan.
“Saya kira ini sangat luar biasa yang dilakukan oleh Bupati Muna Barat dalam melakukan terobosan dalam membangun daerah,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Rajulan juga turut mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Bupati Muna Barat atas aktifnya pelayaran perdana di pelabuhan Ferry Tondasi-Torobulu. Meskipun telah melewati diskusi alot dalam penentuan tarif namun pada akhirnya semua pihak menyetujui karena upaya yang dilakukan Bupati Muna Barat sangat progresif.
Selain itu, untuk harga tiketnya, pihak Pemda telah memberikan subsidi selama tiga bulan ke depannya.
Ia berharap dengan adanya kapal feri ini dapat menyumbang penghasilan daerah dalam pengembangan ekonomi di wilayah Muna Barat.
“Semoga kapal Ferry ini dapat berjalan seterusnya. Tentunya juga ini meningkatkan ekonomi para UMKM di Muna Barat,” tutupnya.
Golongan VII – Rp1.656.673 per unit
Golongan VIII – Rp2.646.710 per unit
Golongan IX – Rp3.146.710 per unit
Reporter: La Ode Darlan
Editor: Biyan
This website uses cookies.