KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari, Apriliani Puspitawati, menyayangkan bocornya sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) jasa parkir Pasar Basah Mandonga.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) legislatif bersama eksekutif beberapa waktu lalu baru diketahui Politisi PDIP tersebut, ternyata Pemkot Kendari tidak menerima retribusi PAD Pasar Basah selama bertahun-tahun, nilainya pun fantastis dengan rata-rata Rp2,7 juta per bulan.

Ia pun meminta agar dana jasa parkir Pasar Basah yang selama ini tak diketahui rimba setorannya diusut, sekaligus mengungkap kepada rekening siapa dana tersebut mengendap.

Baca Juga  Soal Tambang, Ali Mazi: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Putri Indonesia 2015 itu tak sampai pikir, Bappenda tidak tahu menahu soal setoran dana parkir pasar sejak belasan tahun ini.

“Menjadi lucu kalau Bappenda tidak tahu menahu apa-apa sejak belasan tahun ini,” cetusnya.

Apriliani menyarankan untuk menyinkronkan informasi yang disampaikan oleh pengelola Pasar Basah PT. Kurnia Sulawesi dengan pernyataan kepala Bappenda Kendari, melalui bukti bayar masuk ke rekening mana.

Baca Juga  Konkep Tergat Juara di Kategori Hifzil Quran STQ Tingkat Provinsi

“Sinkronkan saja dari apa yang disampaikan oleh PT. Kurnia sama pernyataan Kepala Bappenda,” katanya.

“Lumayan lo, itu menjadi sumber PAD, kebocoran ini tidak boleh terus menerus berlanjut,” sambungnya.

Diketahui, Pemkot Kendari punya andil dalam pengelolaan retribusi parkir Pasar Basah sesuai kesepakatan MoU bersama pengelola pasar PT. Kurnia Sulawesi.

Sayangnya, dana parkir pasar tersebut tak pernah masuk ke kas daerah.

Reporter: Sesra
Editor: Via

Beri Tanggapan Anda !

SANGANT MENARIK
1
MENARIK
0
TIDAK MENARIK
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *