oleh

29 Ribu Warga Sultra Terpapar Narkoba

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dari 2 juta jiwa lebih penduduk Sultra, 29 ribu orang di antaranya telah terpapar narkoba. Hal itu diungkapkan Kepala BNN Sultra, Brigjen Pol. Bambang Priyambada, usai membuka rapat koordinasi program pemberdayaan masyarakat anti narkoba yang digelar oleh BNN, Rabu (6/2/2019) disalah satu hotel di Kendari.

Hal itu, tambahnya, didasarkan hasil survei yang dilakukan BNN RI dan peneliti kesehatan dari Universitas Indonesia tahun lalu yang mencatat, ada 1,77 persen dari total penduduk Indonesia terpapar narkoba.

Jika merujuk dari survei tersebut, setidaknya jika dirata-ratakan, Sultra sekitar 1,58 persen atau 29.012 orang telah terjerat narkoba.

Mantan Wakapolda Sultra ini juga mengatakan, dari 1.100 napi di Lapas dan Rutan, 490 orang di antaranya terlibat kasus barang haram tersebut.

Melihat situasi Indonesia yang saat ini berada dalam situasi darurat narkoba, melalui kesempatan itu Bambang Priyambada merekomendasikan kepada Gubernur Sultra agar dibangun rumah sakit khusus untuk rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

“Nantinya jika ada rumah sakit khusus bagi mereka, kan habis menjalani masa hukuman di jeruji besi, langsung diarahkan menjalani rehabilitasi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi, sangat merespon baik usulan tersebut.

“Memang perlu dibangun rumah sakit khusus rehabilitasi narkoba, supaya para napi narkoba keluar nanti langsung direhab, agar mereka sadar bahaya narkoba sangat merusak jaringan dalam tubuh. Namun untuk membangun rumah sakit tidak bisa diwujudkan satu kali, namun secara bertahap,” katanya.

Ali Mazi memastikan, di APBD perubahan nanti, Pemerintah Provinsi akan siapkan skema perencanaan terlebih dahulu. Selanjutnya, untuk fisiknya, akan dianggarkan tahun 2020.

Reporter : Ningsih
Editor : Rani

Loading...

Komentar

News Update