KasusMetro Kendari

Demo Berujung Anarkis, Konsorsium Tolaki Beberkan Pemicunya

S P E A K

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Aksi demonstrasi terkait penuntutan penyelesaian kasus penghinaan suku Tolaki di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dinilai jalan ditempat itu, berujung anarkis.

Kerusuhan terjadi, tepatnya di simpang empat Eks PGSD dan Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari dan di perempatan Jalan M.T. Haryono, Bende, Kecamatan Kadia.

Tak sampai disitu, massa aksi kemudian memasuki pusat perbelanjaan Lippo Plaza Kendari, sehingga membuat para karyawan tersebut menjadi ketakutan.

Atas peristiwa tersebut, Koordinator Lapangan (Korlap) Konsorsium Masyarakat Tolaki Mepokoaso (KMTM) Sultra, Supriyaddin pun angkat bicara.

Menurutnya ada beberapa pemicu utama sehingga menyulut emosi massa aksi. Pertama, disebutkannya saat massa aksi melalukan demonstrasi tidak ada satupun pihak kepolisian yang datang menemui mereka, untuk memberitahukan terkait kepastian Kapolda Sultra bertatap muka dengan massa aksi.

Padahal pihaknya telah memberikan tenggang waktu selama dua jam, namun tidak ada satupun pihak kepolisian yang menemui massa aksi.

Beberapa jam kemudian, setelah waktu yang telah ditentukan massa aksi Konsorsium Tolaki, Kapolres Kendari datang bersama Dandim Kendari

“Sementara dalam tuntutan kami, adalah Kapolda sendiri tanpa ada perwakilan. Sehingga kami pikir itu sudah tidak sesuai dengan tuntutan kami,” kata dia, Kamis (17/9/2020) malam.

Berikutnya, Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) dan Direktur Intelkam Polda Sultra telah mengingkari komitmen mereka yang tertuang dalam surat pernyataan.

Dimana mereka berjanji akan menuntaskan penghinaan suku Tolaki, bahkan mereka akan menangkap pelaku selama 1×24 jam, setelah pihaknya melakukan aksi demonstrasi beberapa pekan yang lalu di Polda Sultra.

“Itu yang tidak dilakukan oleh pihak Polda, sehingga kami melakukan aksi demonstrasi hari ini,” bebernya.

Terkahir dia menjelaskan, pemicu utama dalam aksi damai yang berujung anarkis itu, terjadi ketika pihak kepolisian datang dari arah Pasar Baru, langsung menerobos ditengah-tengah massa aksi, bahkan seorang oknum polisi memukul salah satu massa aksi.

“Makanya tadi ada sedikit perlawanan,” tukasnya.

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button