EkonomiKonawe

BBM Milik Nelayan Kecil Disita

S P E A K

KONAWE, DETIKSULTRA.COM – Aparat kepolisian menyita Bahkan Bakar Minyak (BBM) jenis solar milik nelayan Desa Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Senin (14/9/2020), di Pelabuhan Toola, Desa Puuwonua.

Anehnya, pengawasan aparat kepolisian justru tak menyentuh para penimbun besar BBM di Desa Lalonggasumeeto. Sehingga hal tersebut dikeluhkan para nelayan, karena aparat terkesan tebang pilih.

Salah satu nama yang diduga pemain minyak di Desa Lalonggasumeeto adalah Irma. Wanita tersebut tak tersentuh oleh pengawasan aparat kepolisian. Parahnya lagi, BBM miliknya yang ditampung menggunakan ratusan jerigen 35 liter terpampang jelas dirumah ibu itu.

Selain itu, berdasarkan hasil inverstigasi di lokasi, Selasa (15/9/2020) sekitar pukul 22.43 Wita, terlihat jelas beberapa tower yang digunakan untuk menimbun BBM ini berada di sekitar rumah milik Irma.

Anehnya lagi, bisnis hitam yang dilakukan olehnya (Irma) dilakukan tiap malam hari. Bahkan saat penelusuran dilokasi, terlihat juga mobil tangki milik PT. Sarana Sasco Energi sedang mengisi BBM hasil timbunan Irma tersebut.

Peristiwa ini bermula saat beberapa nelayan di Kecamatan Lalunggasomeeto harus berurusan dengan pihak aparat kepolisian yang turun langsung kelokasi pelabuhan Toola, Desa Puuwunua.

Dimana, seorang nelayan yang  bertolak dari laut kedapatan membawa BBM jenis solar di jolor mereka.

Alhasil, BBM milik nelayan tersebut disita oleh aparat kepolisian. Sebut saja M (43) dirinya tak berkutik saat aparat kepolisian mengambil BBM berisi 35 liter miliknya.

Dia pun hanya pasrah sembari menjelaskan kepada aparat kepolisian bahwa BBM itu didapatinya dari hasil barter dengan kru takboat.

“Ini yang saya heran, masa BBMku disita. Ini BBM kasian saya dapat dari barter ikan sama kru kapal tangboat. Itupun saya kumpul-kumpul ini kalau saya disuruh bawa sayur sama ikan di kapalnya mereka saya selalu dikasih BBM kadang satu dua jerigen, bukan kasian hasil mencuri ini, “ungkapnya, Rabu (16/9/2020)

Sembari menuangkan kekesalannya, kata dia BBM rekannya yang juga ikut disita sempat beradu argument dengan aparat kepolisian lantaran ketidakadilan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian.

“Teman saya juga sempat tantang mereka (Polisi), dia bilang kalau mau tangkap penimpun BBM besar saya tunjukan tempatnya, dan yang punya itu Ibu Irma, “ucap M.

Senada dengan M, hal itu juga dirasakan oleh W (32) Nelayan yang juga ikut menjadi sasaran aparat kepolisian.

“Saya punya 5 jirigen juga diambil, itu kasian saya kumpul-kumpul dikasih kalau takboat masuk saya barter sama ikanku. Total yang disita kemarin itu dari semua nelayan kalau tidak salah 31 jerigen berisi 35 liter, “jelas W.

Atas kejadian itu ia pun berharap agar pihak aparat kepolisian tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan dan penegakan hukum

“Kalau mau sita harusnya disita semua, kita ini kecil-kecil, baru kita punya juga jelas kasian. Kalau mau tangkap ada yang lebih besar dan tidak jelas, “kesalnya

Di tempat terpisah, Irma menjelaskan bahwa, diamankannya BBM milik nelayan tersebut, lantaran mereka tidak melakukan koordinasi dengan pihak aparat.

“Begini pak, mereka tidak mau koordinasi juga, kalau saya koordinasi, “ucapnya saat dihubungi via selulernya, Rabu (16/9/2020) malam.

Diakuinya juga, bahwa BBM miliknya dijual ke nelayan, crusher, truck serta ke aparat.

“Kalau BBM ku biasa juga saya jual sama orang polda, “ujarnya.

Reporter: Erik
Editor: Via

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button