Kolaka Utara

Mengeluh Sakit Kepala, Anggota DPRD Kolut Ditemukan Meninggal di Hotel

S P E A K

LASUSUA, DETIKSULTRA.COM – Anggota komisi I DPRD Kolaka Utara (Kolut) dari fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Amri Alwi, S.Ag (55), ditemukan meninggal dunia disalah satu kamar hotel Panakkukang, jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (23/6/2019).

Menurut keterangan Andi Misbahuddin rekan seperjalanan dan sekamar alharmum di hotel Panakkukang Makassar, jika dirinya bersama Almarhum serta 6 orang anggota DPRD Kolut sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dengan agenda konsultasi di Kementerian Desa Tertinggal dan Kementerian SDM.

” Sesampainya di Jakarta kami membagi tugas berdasarkan komisi dan agenda masing-masing. Saya bersama 3 orang anggota DPRD Kolut yakni Kanna, ust. Arifuddin, H. Jahid ke kementerian SDM Bidang Minerba, sementara Almarhum Amri Alwi bersama Surahman, H. Muslimin, dan Nasrullah di Kementerian Desa Tertinggal,” ungkapnya Senin (24/6/2019).

[artikel number=3 tag=”kolut,dprd”]

“Malam Kamis berangkat ke Jakarta, hari Kamis sekitar pukul 10.00 kami bagi tugas terus konsultasi ke instansi terkait, selanjutnya Jumat kami istrahat dan Sabtu kami brangkat kembali ke Makassar. Dari Jakarta sekitar pukul 01.00 malam dan kami tiba di hotel Panakkukang bersama pak Nasrullah dan almarhum sekitar pukul 05.30 pagi. Kita langsung cek in 2 kamar yakni kamar 407 dan 408. Jadi sama bersama almarhum cek in di kamar 407 dengan double bad,” beber Misbahuddin yang juga Anggota DPRD dari fraksi PDIP.

Saya sempat sok lanjutnya, setelah tiba di Kolut habis sahalat Magrib kemudian mendengar kabar kalau Amri Alwi meninggal.

“Saya sok mendengar kabar kalau Amri Alwi meninggal di hotel padahal kami berpisah belum cukup sehari. Saya tinggalkan kamar hotel sekitar pukul 05.00 dan saya masih sempat komunikasi untuk pamitan, dia bilang sama saya, silahkan opu duluan biar saya pulangnya hari Selasa setelah saya selesai membelikan anak saya motor untuk dipakai kuliah,” katanya sambil menitikan air mata.

Saat dikonfirmasi masi terkait kesehatan almarhum sebelum berangkat ke Jakarta, Misbahuddin menjelaskan, kalau sebelum ke Jakarta almarhum sering mengeluh sakit kepala.

“Saya dan almarhum memang sejak dulu tidak pernah pisah dalam setiap pengurusan, saya lihat almarhum sejak mulai perjalana sering mengeluh pusing bahkan waktu di Jakarta sempat di bekam oleh H. Muslimin, begitupun saat di pesawat dari Jakarta ke Makassar almarhum sempat menggunakan selimut. Saat di hotel Pak Alwi sempat meminta dipijat dan dibelikan obat suplemen oleh anaknya yang kebetulan ke hotel untuk bertemu ayahnya. Bahkan saya juga sempat minum satu butir,” pungkasnya.

Reporter: Muh. Risal
Editor: Sumarlin

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button