berita sulawesi tenggara

Festival Budaya Tua Buton Ke-6 Dihadiri Presiden RI

130 x Tayang Publisher: On:
Festival Budaya Tua Buton Ke-6 Dihadiri Presiden RI
Bupati Buton, Drs. La Bakry, M.Si. Foto: Safrin/Detiksultra

BUTON, DETIKSULTRA.COM – Pembukaan pagelaran Festival Budaya Tua Buton 23 Agustus mendatang, direncanakan akan dibuka Presiden Republik Indonesia, Jokowi.

Bupati Buton, La Bakry, mengatakan, menghadirkan presiden yang banyak kesibukan memang sulit. Namun pihaknya optimis akan mampu menghadirkan presiden karena pada bulan Agustus, presiden dijadwalkan akan meresmikan beberapa pembangunan di Sultra.

“Meskipun sulit, kita tetap optimis, semoga beliau dapat meluangkan waktu menghadiri festival ini,” katanya.

La Bakry menuturkan, jadwal pelaksanaan Festival Budaya Tua Buton ke-6 telah diserahkan ke Pj Gubernur Sultra, dan sekaligus menyampaikan upaya menghadirkan Presiden RI.

Jika Presiden RI berkenan menghadiri Festival Budaya Tua Buton, akan dijadwalkan bertepatan dengan acara pikande-kandea yang akan dilaksanakan di pelataran kompleks perkantoran Takawa Buton.

“Kalau beliau punya waktu, akan bertepatan langsung dengan acara pikande-kandea,” tutupnya.

Pagelaran Festival Budaya Tua Buton ke-6 ini juga akan dihadiri wisatawan manca negara dalam perlombaan dayung perahu tradisional.

Kadis Pariwisata Buton, Zainuddin Napa, menerangkan, wisatawan asing yang datang menyaksikan pagelaran festival sekaligus mengikuti lomba dayung perahu, dijadwalkan berlabuh di Teluk Pasarwajo pada tanggal 20 Agustus mendatang.

“Para turis datang dengan kapal yacht yang bermuatan 2-4 orang, dan langsung berlabuh di Teluk Pasarwajo,” terangnya.

Zainuddin belum dapat memastikan jumlah wisatawan asing yang akan hadir. Namun pihaknya selalu berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan jumlah wisatawan asing tersebut, sehingga pada saat lomba dayung di Teluk Pasarwajo mereka turut serta.

Acara pembukaan, lanjut Zainuddin, diawali dengan pagelaran pameran keberhasilan Pemda Buton selama satu tahun. Setelah itu dilanjutkan dengan lomba foto, tari, dayung, pencak silat, kemudian dilanjutkan dengan acara pedole-dole, sunatan, posuo dan kande-kandea.

“Saya berharap dengan festival ini, Buton semakin dikenal oleh dunia bukan saja sebagai penghasil aspal, namun juga budaya dan pariwisatanya yang mempesona,” harapnya.

Reporter: Safrin
Editor: Rani

No Responses

Tinggalkan Balasan