berita sulawesi tenggara

Bupati Konut Diduga Tarik Setoran untuk Salah Satu Paslon Gubernur Sultra

4.655 x Tayang Publisher: On:
Bupati Konut Diduga Tarik Setoran untuk Salah Satu Paslon Gubernur Sultra
Sekjen Lepidak Sultra, Mawan. Foto: Istimewa.

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Bupati Konawe Utara, Ruksamin terancam bakal di-KPK-kan oleh Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah dan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (Lepidak-Sultra).

“Diduga Bupati Konut memerintahkan Kadis di Konut untuk menyetorkan uang masing-masing Rp100 juta. Sementara kepala bidang di lingkup SKPD Konut masing-masing dipatok Rp50 juta untuk disetorkan kepada salah satu paslon Gubernur Sultra,” beber Sekretaris Jenderal Lepidak Sultra, Mawan, Selasa (10/7/2018).

Ia mengaku telah memiliki bukti-bukti kuat untuk melaporkan tindakan menyalahi aturan tersebut. Sebagai kolektor dana, lanjut Mawan, Bupati Konut mempercayakan dua orang yaitu Sekda Konut dan Kepala BPKAD.

“Adapun sumber dana tersebut berasal dari dana rutin SKPD yang dicairkan pada hari Jumat tanggal 22 Juni 2018,” ungkapnya. Ditambahkan, bukti-bukti yang mereka miliki adalah pengakuan saksi-saksi dari beberapa SKPD di Konut yang enggan disebutkan namanya, dan rekening koran Pemda Konut. Bupati diminta untuk membuka rekening koran tersebut secara transparan.

Pihak Lepidak telah melaporkan kasus ini ke KPK dan akan meneruskan ke Ombudsman RI terkait pelanggaran mal administrasinya. Untuk mendesak penanganan kasus ini, mereka bakal melakukan aksi demonstrasi di KPK dan di Ombudsman RI dalam waktu dekat.

Menurut Mawan, ini adalah kejahatan korupsi yang sangat merugikan keuangan negara karena penggunaan uang daerah disalahgunakan bukan untuk kemaslahatan masyarakat Konawe Utara dan ini wajib untuk dibongkar.

“Bupati Konut, Ruksamin paling bertanggung jawab karena menyuruh Kepala BPKAD dan Sekda Konut untuk mencairkan dana rutin tersebut. Kami menilai ada upaya dari Pemda Konut untuk merekayasa pengeluaran uang rutin tersebut,” cetusnya.

Sebagai masyarakat Sultra, pihaknya berharap agar KPK menindaklanjuti hal ini dan segera melakukan tangkap tangan agar tercipta pilkada berintegritas dan bersih.

“Kemarin kami tidak mau ekspos ke publik dikarenakan kami menjaga netralitas Pilkada. Jangan sampai kami dianggap memihak salah satu Paslon Pilgub atau Pilbup karena Bupati Konut adalah salah satu Ketua Tim Pemenangan paslon Pilgub dan Pilbup, juga ketua partai pendukung,” pungkasnya.

Bupati Konut, Ruksamin, setelah berusaha dikonfirmasi lewat telephone seluler, tidak berhasil. Detiksultra kemudian berusaha menghubugi Kabag Humas Pemda Konut, Laode Amanuddin. Melalui telephone seluler, Laode Amanuddin membantah tuduhan tersebut.

“Saya tanggapi bahwa itu tidak benar. Bahkan Bupati Konut, dalam rapat-rapat dan surat edaran menginstruksikan semua ASN Pemda Konut agar bersikap netral. Tidak mengarahkan bahkan tidak mengumpulkan uang untuk salah satu paslon, meskipun dia Ketua Tim Pemenangan salah satu paslon,” tegas Laode Amanuddin

Ia menambahkan, permintaan dari Lepidak Sultra untuk membuka secara transparan rekening koran Pemda Konut, agar ditanya langsung kepada bupati atau bagian perbendaharaan Pemda.

Reporter: Fadli Aksar
Editor: Rani

No Responses

Tinggalkan Balasan