berita sulawesi tenggara

Puasa Dimulai 17 Mei

789 x Tayang Publisher: On:
Puasa Dimulai 17 Mei
Sekertaris Umum PW Muhammadiyah Sultra, Dr Alifuddin M. Ag., (baju kokoh putih), Wakil Ketua PW Muhamadiyyan Sultra Musadar Mappasomba (baju biru, pakai kopia), dan Majelis Pendidikan Kader PW Muhammadiyah Sultra dan Warek II UMK, Mustam SP MM (baju merah tengah, samping Alifuddin). Foto: Yusuf Maronta/detiksultra.

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1439 Hijriah, jatuh pada  17 Mei 2018. Ini berdasarkan hisab Muhammadiyah pada hari Selasa posisi bulan masih berada di bawah ufuk.

Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sultra mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah dan kepada seluruh umat islam agar benar-benar memanfaatkan Ramadhan sebagai bulan untuk beramal.

“Ramadhan mestinya benar-benar dimanfaatkan. Kita berharap semua pihak dapat menghormati kesucian Ramadhan sehingga tidak terjadi eksis-eksis sosial yang terjadi di bulan Ramadhan karena kesalah pahaman yang terjadi,” terang  Sekertaris Umum PWM Sultra, Dr Alifuddin saat menggelar konferensi pers,t Senin malam (14/5/2018).

Aliffuddin yang datang ditemani Mustam dan Musadar Mappasomba membeberkan, selama Ramadhan PW Muhammadiyah memiliki beberapa agenda rutin. Yakni pengajian Ramadhan, antara lain pengajian tematik sebanyak lebih kurang 8 kali berlangsung dan dirangkaikan dengan buka puada bersama. Muhamadiyyah juga akan mengundang PP Muhammadiyyah untuk memberikan pendalaman tentang ideologi Muhammadiyah kepada warga Muhammadiyah di Sultra.

“Kami akan mengundang pimpinan pusat pada tahun ini. Juga, diakhir bulan Ramadhan warga Muhammadiyah akan menyelenggarakan itikaf di pesantren Attarbiyah Musakillah yang bertempat di Anduonohu,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan analisis PP Muhammadiyah,  tahun ini, tidak terjadi perbedaan karena syaban digenapkan menjadi 30 hari.

Selain itu, Muhammadiyah telah mengeluarkan keputusan terkait dengan 1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada tanggal 15 Juni 2018.

“Insyaallah tahun ini puasa kita hanya 29 hari. Mudah-mudahan pada penetapan 1 Syawal tidak terjadi perbedaan dengan pemerintah. Kita, sebagai bagian dari organisasi islam moderat, menghormati terhadap segala  perbedaan yang ada dimasyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Yusuf Maronta
Editor: Cuncun

No Responses

Tinggalkan Balasan